Janji PT Tasmapuja Bangun Kebun Plasma Masyarakat Kepayangsari Hanya Isapan Jempol

Source: Internet

 

Setelah sepuluh tahun berlalu, ternyata janji PT Tasmapuja akan membangunkan kebun KKPA bagi masyarakat Desa Kepayangsari Kecamatan Batangcenaku, Inhu, Riau ternyata hanya isapan jempol, sementara ribuan hektar kebun karet masyarakat dibabat perusahaan dan menguasainya dengan membangun kebun inti.

Hal ini membuat masyarakat Desa Kepayangsari harus bolak balik melakukan aksi unjuk rasa dan aksi lainnya, hingga aksi memanen kelapa sawit yang dikuasai PT Tasmapuja, bahkan melakukan aksi penyetopan armada/ truck angkutan perusahaan yang melintas di Lubukkandis Desa Kepayangsari.

Kepala Desa Kepayangsari, Kaprinata ditemui awak media ini Kamis (14/12) dikediamannya menyebutkan, ribuan hektar lahan kebun karet warganya ludes dibabat PT Tasmapuja dengan janji akan membangunkan kebun sawit di lokasi baru yang tidak jauh dari lokasi kebun karet mereka yang dibabat, persisnya di kawasan hutan yang masih berstatus HPT.

Dengan dalih HPT, PT Tasmapuja meminta kepada pengurus Koperasi bersama Kepala Desa Kepayangsari untuk mengurus pelepasan kawasan hutan itu dari Kementerian LHK di Jakarta, guna pembangunan kebun kelapa sawit pola Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA), yang nantinya PT Tasmapu selaku bapak angkat atau pemodal.

Menurut Kaprinata, pihak koperasi sudah berusaha mengajukan permohonan pelepasan kawasan hutan kepada Kementerian LHK, namun ditolak. Disisi lain masyarakat telah kehilangan ribuan hektar kebun karetnya, diantaranya 1400 hektar telah menjadi kebun inti milik perusahaan, sementara 600 hektar kebun plasma yang dijanjikan tidak kunjung ada.

Ditambahkan Kaprinata lagi, persoalan ini sudah berulang kali disampaikan baik kepada Bupati maupun DPRD Inhu. Meski telah dilakukan mediasi oleh Pemkab Inhu namun pihak perusahaan enggan merealisasikan kebun plasma bagi masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat kembali melakukan aksi tutup akses jalan keluar masuk PT Tasmapuja beberapa waktu lalu, dengan tuntutan kebun seluas 1.400 Ha tersebut dibagi dua, artinya seluas 700 Ha harus diserahkan kepada masyarakat yang kebun karetnya telah dibabat perusahaan.

Informasinya, tuntutan tersebut dibahas di tingkat para pemegang saham, kata Kaprinata.

Kaprinata didampingi sejumlah aparat Desa lainnya menambahkan, “Jika PT Tasmapuja masih juga ingkar janji sebagaimana yang sudah disepakati, maka masyarakat Desa Kepayangsari kembali akan melakukan aksi tutup akses jalan keluar masuk perusahaan, tepatnya di kawasan Lubukkandis,” tandasnya.

Source :

Riau Editor

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


19 + thirteen =