Penurunan Pajak Pertalite di Riau Dorong Deflasi

Photo: krjogja.com

 

Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite menjadi salah satu komoditas yang memberi andil deflasi di Provinsi Riau pada periode Juni 2018. Kendati demikian, inflasi tetap saja tak terhindarkan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan, bahwa dari tiga kota IHK di Riau, semua kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru sebesar 0,01 persen, Dumai sebesar 0,65 persen danTembilahan sebesar 0,11 persen.

Ia menguraikan, kondisi Riau pada bulan Juni 2018, mengalami inflasi sebesar0,11 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 135,00. Dengan demikian Inflasi Tahun Kalender sebesar 1,18 persen, dan Inflasi Year on Year (Juni 2018 terhadap Juni 2017) sebesar 3,32 persen.

Yang mana, inflasi Riau bulan lalu itu terjadi karena adanya kenaikan harga padakelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami inflasi sebesar 0,84 persen, diikuti kelompok sandang sebesar 0,75 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,69 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,16 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen, dan kelompok pendidikan,rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen.

Adapun komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain, angkutan udara, angkutan antar kota, rokok kretek, rokok kretek filter, sewa rumah, petai, blus, buncis dan lain-lain.

Sedangkan, kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 1,09 persen.beberapa komoditas yang memberi andil deflasi kali ini antara lain cabai merah, pertalite, bawang merah, daging ayam ras, teri, daging sapi, bawang putih dan lain-lain.

“Jadi kelompok bahan makanan justru deflasi. Kemudian, pertalite juga mengalami deflasi setelah adanya penurunan pajak beberapa waktu lalu,” ujar Kepala BPS Riau ini di Pekanbaru, Senin (2/7/2018).

Source :

Goriau

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


20 − 2 =