Perambahan Hutan di Air Buluh, Kuantan Mudik Harus Diusut Tuntas

Source: Internet

 

Lembaga Pusat Ilmu dan Jaringan Rakyat (Pijar) Melayu meminta aparat mengusut tuntas kasus perambahan hutan yang berada di Desa Air Buluh, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing diusut tuntas.

Karena, hingga saat ini kasus perambahan hutan itu terkesan didiamkan. Hal ini dikatakan oleh Direktur eksekutif Pijar Melayu, Rocky Ramadani kepada riauterkinicom, Senen (2/10/17) malam.

Rocky menyebutkan, kasus perambahan hutan yang dilakukan oleh cukong asal Timpeh, Provinsi Sumbar beberapa waktu lalu itu sudah melewati tapal batas wilayah Provinsi Riau dari Sumatra Barat.

“Saya sangat kecewa. Kenapa kasus itu tidak diusut tuntas. Mestinya, semua stakeholder ikut mencari solusi terkait dugaan perambahan ini,” ucap Rocky.

Dalam hal ini, kata Rocky, Pemerintahan Provinsi Riau dan Pemerintahan Kabupaten Kuansing tidak bisa menjaga marwah daerah. Seharusnya perambahan ini harus diselesaikan secara hukum.

“Karena ini tidak lagi menyangkut marwah Kabupaten Kuantan Singingi tetapi juga marwah Provinsi Riau. Apalagi mereka diduga merambah dalam kawasan blok inti Hutan Lindung Bukit Betabuh,” terangnya.

Lebih tegas lagi, Rocky meminta Dinas Kehutanan Provinsi Riau, BPN Provinsi Riau dan Polda Riau mengusut tuntas kasus perambahan hutan ini. Jika tidak kata dia, dikhawatirkan akan memicu konflik antar Provinsi.

“Seharusnya Gubernur Riau menjadikan persoalan ini sebagai prioritas untuk diselesaikan. Karena perambahan ini sudah berlangsung sejak lama,” ujarnya.

Selain minta diusut tuntas, Pijar Melayu juga mengharapkan dinas terkait lebih meningkatkan patroli ke wilayah wilayah perbatasan. Karena perambahan hutan secara serampangan itu kerap terjadi kapan saja.

Source :

Riau Terkini

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


five × 1 =