Program Pertamina Menjadikan Lahan Gambut Lebih Bernilai

Source: Internet

 

Apalah artinya lahan gambut bekas kebakaran jika tidak dikelola dengan baik? Di Sungai Pakning, Riau, lahan gambut ‘disulap’ menjadi kebun nanas yang bernilai ekonomi tinggi.

Kelompok Tani Tunas Makmur didukung PT Pertamina Refinery Unit (RU) II Sungai Pakning mengalihfungsikan lahan gambut menjadi kebun nanas sejak 2014. Hasilnya luar biasa, menambah pendapatan masyarakat di sana.

Yang awalnya hanya 0,5 hektare, kini lahan yang ditanami nanas mencapai 4,5 hektare. Hasil panen  mencapai Rp17 juta per hektare.

Hasil panen terus meningkat seiring perluasan lahan, pengaturan masa tanam, dan penggunaan bibit alam berkualitas. Masa tanam diatur sehingga panen bisa lebih cepat, dari delapan bulan menjadi enam bulan sekali.

Penggunaan bibit alam membuat nanas lebih tahan hama dan penyakit. Penggunaan bibit alam juga menghemat pupuk, karena bisa tumbuh subur di tanah gambut.

Tahun ini, Pertamina RU II Sungai Pakning melaksanakan program pengembangan kawasan pertanian nanas berintegerasi. Program tersebut terbagi menjadi dua, yakni ekstensifikasi lahan pertanian nanas dan diversifikasi produk pertanian nanas.

Ekstensifikasi lahan pertanian nanas untuk mengurangi risiko kebakaran lahan dan hutan yang disebabkan terbengkelainya lahan semak belukar. Diversifikasi produk pertanian nanas untuk memberi nilai tambah bagi produk berbahan dasar nanas, seperti keripik, selai, sirup, manisan, es krim, dodol, stik nanas, dan wajik.

Perhatian Pertamina RU II Sungai Pakning tak sampai di situ. Demi berkembangnya usaha Kelompok Tani Tunas Makmur, Pertamina RU II Sungai Pakning memberikan bantuan mesin vacuum frying dan oil spinner agar pengolahan keripik nanas maksimal.

General Manager Pertamina RU II Sungai Pakning Otto Gerentaka mengatakan program ini secara holistik mengoptimalkan potensi lahan berisiko tinggi terhadap kebakaran menjadi lahan pertanian nanas yang produktif di sektor hulu. Sedangkan pengolahan produk pertanian nanas menjadi beraneka ragam makanan olahan dengan bantuan teknologi ramah lingkungan di sektor hilir.

“Kami berharap program ini bisa memunculkan sentra pertanian gambut yang dapat menjadi ciri khas daerah Sungai Pakning. Kami juga berharap upaya ini mendukung kehidupan berkelanjutan masyarakat setempat dengan menempatkan potensi lokal sehingga mampu selaras dengan visi PT Pertamina RU II menjadi kilang minyak dan petrokimia nasional yang kompetitif dan berwawasan lingkungan di Asia Pasific pada 2025,” kata Otto.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


five × two =