PUPR Diminta Tekan Pihak Ketiga Tuntaskan Jembatan Siak IV

Source: Internet

 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau diminta untuk menekankan kepada rekanan, agar lebih menggesa pembangunan jembatan Siak IV.

Ketua Komisi IV DPRD Riau, Hardiyanto mengatakan, pihaknya sangat pesimis jembatan Siak IV bisa selesai dalam tahun 2018, sesuai dengan perjanjian dan MoU yang sudah diteken Pemprov Riau dengan pimpinan DPRD Riau bebrapa waktu lalu.

“Kita sangat pesimis jembatan tersebut bisa selesai sesuai dengan MoU, karena itu, kita minta pihak PUPR menekankan kepada rekanan, agar menggesa pekerjaan. Kalau tidak, percaya saja, tidak akan tuntas. Apalagi sampai saat jelang akhir tahun ini progressnya masih sangat kecil,” kata Hardiyanto kepada Tribun, Kamis (23/11).

Politisi Gerindra ini mencontohkan, untuk proses percepatan tersebut, misalnya saat ini dilakukan sistim 1 shift, maka harus diubah menjadi 2 shift, sehingga pelaksanaan pembangunan bisa dilakukan lebih cepat.

Saat ini, menurut Hardiyanto, waktu saat ini tinggal 13 bulan, dan hal itu bukanlah waktu yang lama. Apalagi perkembangan pembangunan masih sangat kecil sampai saat ini.

“Masih lambatnya proses pembangunan karena proses lelang yang terlambat beberapa waktu lalu. Kemudian juga alasannya saat ini adalah melakukan pengecekan material. Harusnya itu kan tidak butuh lama, memang bagian dari pekerjaan, tapi tak butuh waktu lama, dan bisa kerjakan yang lain,” imbuhnya.

Jika pekerjaan jembatan Siak IV tersebut tidak juga tuntas sesuai waktu, maka menurut dia jembatan Siak IV akan kembali menjadi proyek mangkrak, dan kontrak akan dihentikan.

Sebelumnya, sudah 4 bulan berjalan setelah menang lelang, proses yang terlaksana paling tinggi baru sekitar 1 persen. Padahal, seharusnya dengan 4 bulan tersebut, realisasi pembangunan sudah cukup signifikan, palagi total masa pembangunan hanya sekitar 16 bulan.

Tidak hanya itu, anggota Komisi IV DPRD Riau, Abdul Wahid juga mencurigai dari sisi pengerjaan yang dilakukan oleh pihak kontraktor, yang melaksnakaan pekerjaan seperti orang yang tidak paham regulasi dan teknis kerja, karena yang dikerjakan saat ini adalah jalan bagian ujung jembatan, dari kawasan Rumbai.

“Kalau saya melihat, hanya ada dua kemungkinan, jika tidak mereka siap secara tenaga, atau memang sudah prediksi ini tak akan selesai, kemudian untuk mencairkan uang muka, mereka kerjakan hal yang tidak penting untuk dikerjakan terlebih dulu. Kalau mereka tidak paham, tidak mungkin, apalagi pengalaman kerja mereka juga sudah cukupo banyak. Kami juga orang lapangan, jadi sangat mengerti dengan kondisi pembangunan seperti ini,” kata Wahid kepada Tribun.

Dikatakan Wahid, jika memang pihak kontraktor serius untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, seharusnya yang dikerjakan adalah pylon atau penyangga jembatan. Karena untuk mendirikan jembatan, itu pekerjaan utama yang harus diselesaikan.

“Pylon sampai sekarang belum dipasang, harusnya kontraktor tahu, mana pekerjaan yang harus diselesaikan dulu, mana yang kemudian. Pemasangan pylon itu cukup rumit dan butuh waktu untuk mengerjakan. Ini yang belum terlalu urgen dikerjakan dulu, bagian bawah jembatan, buat apa?,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Wahid juga menilai, sampai sekarang belum ada tampak keseriusan kontraktor untuk mengerjakan dan menuntaskan pekerjaan tersebut, apalagi dia melihat sampai sekarang belum ada crane untuk melakukan pekerjaan bagian tengah jembatan.

Oleh karena itu, pihak Komisi IV menurut Wahid akan turun dalam waktu dekat. Ia juga meminta kepada pihak Pekerjaan Umum dan Pengelolaan Ruang (PUPR) Provinsi Riau untuk melakukan pengawasan yang ketat, sehingga pekerjaan Jembatan Siak IV tersebut tidak dikerjakan dengan main-main oleh kontraktor.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


5 × 1 =