Selain Wisata, BI Nilai Sektor Perikanan Potensial Tumbuhkan Perekonomian Riau

Source: Internet

 

Pertumbuhan ekonomi Riau 2017 hingga akhir tahun nanti di proyeksikan Bank Indonesia (BI) tumbuh 2,75 persen sampai 3 persen dibanding tahun 2016 yang hanya 2,4. Namun demikian BI menilai pertumbuhan ekonomi Riau masih banyak dipengaruhi oleh harga komoditi pertambangan dan perkebunan.

Kepala Bank Indonesia perwakilan Riau, Siti Astiyah, dalam agenda Pertemuan Tahunan Bank Indonesia tahun 2017, Selasa (12/12) menjelaskan bagusnya pertumbuhan ekonomi Riau masih di dominasi faktor perkebunan dan pertambangan migas.

Bagusnya pertumbuhan ekonomi Riau didukung iklim dari harga komoditi pertambangan dan perkebunan tersebut cukup baik tahun ini.

Ia mengatakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi ini Provinsi Riau mesti menciptakan sumber ekonomi baru lain dari migas dan perkebunan.

Salah satu sumber pertumbuhan yang bisa dikembangkan oleh Provinsi Riau salah satunya Pariwisata. Walau demikian jika hanya mengandalkan itu tidak cukup.

Provinsi Riau mesti mulai melirik sumber pertumbuhan ekonomi lainnya salah satunya yakni sektor perikanan.

Sektor perikanan dinilai Siti cukup potensial dikembangkan Provinsi Riau, dengan garis pantai yang cukup panjang. Selain perikanan laut, perikanan air tawar juga cukup besar potensinya dengan adanya 4 sungai besar.

Pengelolaan sistem hingga ke hilir pada sektor ini diharapkan bisa memberi hasil maksimal.

Ia mengatakan sektor ini sangat baik dalam rangka menciptakan dan menumbuhkembangkan pelaku UMKM.

Siti menyampaikan, selain perikanan sektor perkebunan saat ini masih bisa digenjot dengan meningkatkan hilirisasi.

Terkait seberapa besar pembiayaan perbankan menggenjot pelaku UMKM diberbagai sektor pertumbuhan ekonomi baru yang tengah digalakkan Provinsi Riau, Siti mengatakan penyaluran dari pihak perbankan terutama kredit sektor UMKM masih belum mencapai harapan.

“Ditahun 2017 ini penyaluran kredit UMKM masih dibawah angka 20 persen. Kita menargetkan kinerja penyaluran kredit sektor tersebut mampu mencapai angka tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan untuk pengembangan sektor baru perlu ada peningkatan fasilitas, infrastruktur, iklim investasi, SDM dan berbagai perbaikan lainnya.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan dari sejak beberapa tahun lalu pemerintah telah fokus menggarap sumber pertumbuhan ekonomi baru salah satunya di bidang kepariwisataan berbasis budaya.

Untuk sektor ini setelah beberap tahun gencar digalakkan telah mampu menghasilkan sejumlah destinasi baru yang memiliki potensi besar.

Peningkatan infrastruktur kesejumlah destinasi wisata yang ada di Riau beberapa tahun terakhir jadi pendorong berkembangnya destinasi wisata yang ada di Riau.

“Ditahun 2018 ini kita akan coba menggarap wilayah pesisir Riau dengan melirik potensi perikanananya,” katanya.

Ia mengatakan sektor perikanan di Riau memiliki potensi besar dalam rangka menyumbangkan hasil positif pada perekonomian masyarakat.

“Dengan Riau memiliki garis pantai sepanjang 2.076 kilometer, kita yakin ini akan memberi sumbangsih besar bagi pertumbuhan ekonomi di Riau,” pungkasnya.

Tak hanya membahas tentang kondisi ekonomi di Riau, dalam Pertemuan Tahunan 2017 ini Bank Indonesia juga menyalurkan bantuan modal kepada lima kelompok tani yang ada di Riau serta dana penyediaan fasilitas air bersih bagi warga Kabupaten Meranti.

Bantuan ini merupakan bagian dari Program Sosial Bank Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


twenty + twelve =