Stop Bakar Hutan! Teknologi Ini Tak Perlu Abu untuk Bercocok Tanam di Tanah Gambut

Source: Internet

 

Saat ini makin tak ada alasan lagi untuk melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui teknologi BioPeat, petani kini tak perlu menggunakan abu hasil membakar lahan jika ingin bercocok tanam di lahan gambut.

Teknologi ini dikenalkan oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikuktura dan Pertanian (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan PT Riau Sakti United Plantations (RSUP) kepada masyarakat Inhil.

Kepala DTPHP Inhil, Kuswari menjelaskan, inovasi baru ini sebagai upaya pencegahan pembakaran lahan yang biasa dilakukan petani untuk membuka lahan.

“Kebakaran ini sering terjadi manakala musim kemarau mulai tiba dan masyarakat melakukan pembakaran lahan gambut untuk membuka lahan atau memulai kegiatan budidaya pertanian,” jelasnya, Kamis, 2 November 2017.

Membuka lahan dengan cara membakar itu, dijelaskannya dilakukan petani karena mereka membutuhkan dan menggunakan abu (ash) hasil bakaran untuk meningkatkan pH tanah gambut agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan tidak layu/menguning akibat pH yang masam.

“Dari permasalahan itulah makanya kami memperkenalkan inovasi baru melalui teknologi BeoPeat ini, sehingga petani tidak perlu menggunakan abu hasil bakaran lagi kalau ingin menanam,” lanjutnya.

Penerapan teknologi BioPeat ini diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat petani lahan gambut. Diperkenalkannya teknologi BeoPeat ini sendiri telah dilakukan di sela-sela kegiatan panen jagung bersama di demplot uji aplikasi BioPeat di Desa Bangun Harjo (SP4) di Kecamatan Pulau Burung pada tanggal 25 Oktober 2017 lalu.

Disamping kegiatan panen bersama, juga dilakukan acara penandatangan perjanjian kerjasama antara Dinas TPHP, BPPT dan PT RSUP tentang penerapan teknologi BioPeat untuk pengembangan produksi jagung di lahan gambut.

Direktur Pusat Teknologi Bioindustri-BPPT, Edi Wahjono menjelaskan bahwa kerjasama ini sebagai wujud nyata sinergi antara lembaga litbang, pelaku bisnis dan pemerintah untuk membantu masyarakat melalui penerapan teknologi.

Teknologi BioPeat diharapkan dapat menjadi solusi untuk pengembangan pertanian di lahan gambut tanpa bakar dan penerapannya di masyarakat dapat lebih diperluas lagi ke depan tegasnya usai penandatangan kerjasama di Laboratorium dan Pusat Informasi Teknologi BioPeat (LPITBio), PT. RSUP.

Pada kesempatan tersebut, Direktur PT RSUP juga menyampaikan bahwa pengembangan teknologi BioPeat didorong oleh keprihatinan terhadap terjadinya pembakaran untuk membuka lahan maupun kegiatan budidaya pertanian dengan memanfaatkan abu hasil pembakaran.

Kehadiran produk BioPeat diharapkan dapat mengubah dan meninggalkan pola budidaya pertanian dengan cara pembakaran yang tidak ramah lingkungan ujarnya.

Source :

Riau Online

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


13 − one =