Pemerintah Nyatakan Keracunan Massal di Kampar Riau Kategori KLB 

Photo: Tribun Pekanbaru/Nando

 

Keracunan massal di Kecamatan Kampa dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Hal ini dikemukakan Sekretaris Daerah Kampar, Yusri, Selasa (3/7/2018).

Yusri mengatakan, Bupati Kampar telah meneken penetapan KLB tersebut.

Konsekuensi KLB adalah biaya perobatan korban dibebankan kepada Pemerintah.

“Kalau sudah KLB, berarti biaya ditanggung pemerintah,” ungkap Yusri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Nurbit mengatakan, penetapan KLB diteken Bupati pada Selasa pagi.

“Saya tadi pagi mengantar surat (keputusan) dan sudah diteken Pak Bupati,” ujarnya.

Nurbit menjelaskan, sumber biaya perobatan korban disesuaikan dengan jenis fasilitas jaminan kesehatan.

Terdiri dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau JKN terintegrasi.

Sumber lain dari kas daerah melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Kalau nggak (korban yang tidak masuk peserta JKN), kita nanti koordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan (BPKAD) supaya dipakai biaya tanggap darurat,” jelas Nurbit.

Dinkes Kampar mencatat 122 orang keracunan.

Kuat dugaan, korban keracunan setelah menyantap hidangan di pesta pernikahan anak seorang warga Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa, Sabtu (30/6).

Korban muntah-muntah, mencret, pusing dan lemas.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


19 − 2 =