Tinggal di Riau? Banyak Konsumsi Air Putih Antisipasi Badai Tropis

pic: Shutterstock

 

Pekanbaru  —  Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengimbau warga setempat memperbanyak konsumsi air putih guna mengantisipasi badai tropis yang melanda wilayah itu hingga suhu mencapai 35 derajat celcius.

“Kita memang merasakan sepekan terakhir ini Riau umumnya dilanda suhu panas yang diluar dari kebiasaan,” kata Kepala Dinas Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir kepada Antara di Pekanbaru, Senin.

Kondisi ini sebut Mimi tidak bisa dihindari sehingga perlu ada upaya antisipasi agar daya tahan tubuh tetap kuat dan tidak mudah diserang penyakit.

Menurut Mimi masyarakat harus menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat dan meningkatkan sistim imun dalam tubuh dengan mengkonsumsi makanan sehat dan kaya nutrisi.

“Harus rajin minum air putih untuk mencukupi kebutuhan cairan supaya tidak dehidrasi apalagi yang sering beraktivitas di luar ruangan,” sarannya.

Selain itu sambung dia perbanyak konsumsi sayuran buah-buahan yang mengandung banyak vitamin C serta antioksidan dan hindari makanan atau minuman yang dingin, karena perubahan suhu yang tiba-tiba juga bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun.

“Dengan menurunnya daya tahan tubuh akan membuat seseorang mudah terserang penyakit,” tutur Mimi.

Mimi menambahkan walau udara panas aktifitas fisik dan olah raga harus tetap dijalankan.

“Seperti jogging tidak perlu yang berat-berat cukup 30 menit di pagi hari. Bagi yang beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan pelindung  seperti topi, payung dan kaca mata serta sunblock, ” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Badan Meteorolgi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan Riau dilanda badai tropis hingga suhu mencapai 35 derajat celcius sejak hampir sepekan.

Menurut penjelasan Staf Annalisa BMKG Pekanbaru, Yanti Sabtu (21/10/2017), peningkatan suhu udara ini disebabkan aktifitas Tropical Storm atau badai tropis yang akhirnya menjadi Typhoon LAN di sekitar Filipina. Aktivitas itu mengakibatkan angin di wilayah Sumatera termasuk Riau bersifat divergen.

“Riau sedang dilanda badai tropis, bahkan beberapa hari yang lalu suhu udara mencapai 35 derajat celsius, sehingga ini mengakibatkan potensi awan-awan hujan pun berkurang. Selain itu, kecepatan angin di lapisan udara atas pun cukup kencang mencapai 25 knot,” jelas Yanti.

Siang hari hingga malam hari diperkirakan cerah – berawan. Namun pada dini hari ada potensi hujan dengan intesitas ringan di sebagian wilayah Kabupaten Inhu, Inhil, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.

Untuk suhu udara diperkirakan antara 23.0 hingga 35.0 derajat celcius, kelembapan udara antara 45 – 97 persen Angin bertiup dari arah bervariasi, dengan kecepatan 09 – 27 km/jam.

 

AntaraNews

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


15 + eleven =