Bantuan Internasional Besar-besaran Dikirim untuk Korban Gempa-Tsunami Indonesia

Foto: Mata Mata Politik

 

Bantuan internasional mengalir menuju pulau Sulawesi di Indonesia untuk puluhan ribu korban gempa dan tsunami. Tiga minggu setelah gempa bumi dan tsunami berkekuatan 7,5 skala Richter (SR), pemerintah memperkirakan lebih dari 87.000 orang kehilangan tempat tinggal dan ribuan lainnya tinggal di permukiman miskin dan darurat.

Badan-badan bantuan berlomba dengan waktu untuk memberi bantuan kepada para penyintas sebelum musim hujan tiba bulan depan. Bencana Sulawesi diperkirakan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang, dengan setidaknya 680 masih hilang. Pemerintah mengatakan sekitar 68.000 rumah rusak.

Penduduk desa terkena dampak gelombang gempa setelah helikopter militer Indonesia menjatuhkan bantuan di desa Lindu di selatan Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia, 7 Oktober 2018. (Foto: Reuters)Penduduk desa terkena dampak gelombang gempa setelah helikopter militer Indonesia menjatuhkan bantuan di desa Lindu di selatan Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia, 7 Oktober 2018. (Foto: Reuters)

 

Lembaga bantuan pengungsi PBB (UNHCR) mengirimkan 435 tenda darurat pada hari Jumat (19/10) untuk dibagikan kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa dan tsunami. Badan itu mengatakan akan menyediakan tempat perlindungan bagi sekitar 6.500 orang yang paling rentan.

Dikatakan lebih banyak tenda darurat, alas tidur, kelambu dan lampu tenaga surya akan dikirimkan dalam beberapa minggu mendatang.

Juru bicara UNHCR Charlie Yaxley mengatakan para pekerja bantuan pergi ke Palu, episentrum gempa di Sulawesi Tengah, minggu lalu untuk mengoordinasikan kegiatan bantuan korban gempa-tsunami dengan pejabat pemerintah setempat.

“Staf kami mendeskripsikan dampak gempa bumi dan tsunami di luar imajinasi dan kehancuran. Masyarakat telah melihat rumah, sekolah, dan rumah sakit mereka menjadi puing-puing. Seluruh desa telah hancur… Banyak orang tidak hanya kehilangan rumah mereka, tetapi tanah di mana (mereka) sebelumnya berdiri,” katanya.

Yaxley mengatakan banyak korban yang terlalu trauma untuk menghadapi apa yang mereka temukan jika kembali melihat apa yang tersisa dari rumah mereka.

Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menyediakan 215 ton barang bantuan, termasuk tenda, terpal, selimut dan air minum yang aman bagi para korban. Palang Merah Indonesia akan mendistribusikan bantuan kepada 160.000 orang yang terkena dampak bencana.

Staf World Food Program membantu pemerintah Indonesia mempercepat, mengelola, menyimpan, dan mendistribusikan kepada para korban di Sulawesi sejumlah besar bantuan yang tiba di bandara Balikpapan di pulau tetangga Kalimantan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


fourteen − six =