BNPB Sebut Puncak Kebakaran Hutan dan Lahan Sudah Berlalu

Source: Internet

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan periode kritis kebakaran hutan dan lahan telah berlalu seiring pergantian musim dari kemarau menuju penghujan di banyak tempat di Indonesia.

“Puncak ancaman kebakaran hutan dan lahan telah berlalu,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/10/17).

Ia mengatakan, September adalah puncak dari musim kemarau yang umumnya menimbulkan kebakaran hutan dan lahan yang meluas di Indonesia. Namun, berkat kesiapsiagaan, sinergi dan antisipasi berbagai pihak, lanjutnya, dapat membuat pemadaman kebakaran, jumlah titik api, luas kebakaran hutan dan lahan menurun dibanding tahun sebelumnya.

“Sinergi antar pihak menentukan keberhasilan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Hasilnya, kebakaran hutan dan lahan selama tahun 2017 dapat diatasi dengan baik. Berbagai indikator menunjukkan bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan telah berhasil dengan baik,” jelasnya.

Beberapa penanda itu, kata Sutopo, jumlah hot spot kebakaran hutan dan lahan berkurang, indeks standar pencemaran udara normal hingga sehat, jarak pandang normal dan aktivitas masyarakat berjalan normal selama tahun 2017 serta tidak ada bandara yang tertutup akibat asap.

“Jumlah hot spot dari pantauan satelit NOAA menurun 32,6 persen selama tahun 2017 dibandingkan tahun 2016. Pada tahun 2016 jumlah hotspot dari NOAA sebanyak 3.563 sedangkan selama 2017 sebanyak 2.400 titik,” ungkapnya.

Begitu juga hot spot kebakaran hutan dan lahan dari pantauan satelit Terra-Aqua, terjadi penurunan 46,9 persen. Selama tahun 2016 terdapat 3.628 hotspot, sedangkan tahun 2017 sebanyak 1.927 titik untuk tingkat kepercayaan di atas 80 persen.

“Berdasarkan analisis citra satelit yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas kebakaran hutan dan lahan juga berkurang. Selama tahun 2017 terdapat 124.983 hektar hutan dan lahan yang terbakar. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan pada tahun 2016 seluas 438.360 hektare dan tahun 2015 seluas 2,61 juta hektar,” paparnya.

Lebih lanjut Sutopo menyebutkan, daerah-daerah yang langganan kebakaran hutan di tahun sebelumnya, justru berkurang. “Luas hutan dan lahan yang terbakar di Riau 6.841 hektare, Sumatera Selatan 3.007 hektare, Jambi 109 hektare, Kalimantan Barat 6.992 hektare, Kalimantan Selatan 3.007 hektare, Kalimantan Tengah 1.365 hektare dan Kalimantan Timur 262 hektare,” ujarnya.

Source :

Riau Terkini

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


two + three =