BPBD Riau Belum Cabut Status Siaga Karhutla

Source: Internet

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau belum mencabut status siaga kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau meski bulan November 2017 ini Provinsi Riau sudah memasuki musim penghujan.

Menurut Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger ada beberapa alasan mengapa status tersebut tidak dicabut di antaranya karena fluktuasi cuaca di Riau masih terbilang tidak menentu.

“Kemarin kami baru saja selesai rapat evaluasi di Makorem dan sampai hari ini kita tetap waspada dan siaga kita masih sampai 30 November 2017,” katanya.

Sebagai contoh cuaca yang belum menentu tersebut misalnya saja beberapa minggu yang lalu terjadi badai land di sekitar Fhilipina, sehingga awan hujan yang ada di langit Riau tersedot ke pusat badai.

“Saat badai land itu di Riau hampir 10 hari terpapar panas. Sehingga hotspot bermunculan. Tapi mudah-mudahan kedepan tidak ada lagi. Memang ada beberapa pertimbangan lain, karena pengalaman kita sebelumnya dengan fluktuasi yang berbeda harusnya kita cabut tetap ada badai land ini sehingga siaga karhutla kita sampai tanggal 30 saja,” jelasnya.

Disamping itu, pihaknya juga mengkhawatirkan jika status tersebut dicabut kemudian cuaca ternyata berubah menjadi panas dan menimbulkan titik panas malah akan menjadi persoalan.

“Kalau ada badai lagi kemudian status sudah dicabut maka kita susah untuk menggerakkan pasukan. Nah, kalau sekarang ini kan pasukan stanby di posko masing-masing. Helikopter juga masih ada yang stanby, tapi kalau status dicabut otomatis tidak ada lagi dan semua perlengkapan itu kita tarik dan pendampingan juga tidak ada untuk kita,” katanya.

Menurut Edwar, saat ini helikopter yang masih stanby tersebut yakni, MI-8, MI-171 dan MI-172.

“Sikorsky dan bolcos sudah habis masa kerjanya. Kalau heli yang tiga ini juga akan ditarik setelah masa siaga karhutla habis,” ujar dia.

Source :

Tribun News

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


three × one =