BRG Bangun 15 Ribu Sekat Kanal di Riau

Source: Internet

 

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead mengatakan bahwa tahun 2016 lalu, Badan Restoeasi Gambut (BRG) sudah membangun 15 ribuan sekat kanal. Tujuannya adalah mempertahqnkqn air di kawasan gambut agar tidak kering dan mudah terbakar.

Terkait hal itu, BRG menggelar workshop tentang tata kelola air di kawasan gambut Giam Siak sebagai upaya antisipasi bencana kabut asap di Riau Senin (13/11/17). Karena, menurut data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau, pada 2015 lalu, Bengkalis adalah penyumbang ttik api sekaligus asap terbanyak di Riau.

“Kita beruntung, tahun 2016-2017 Riau bisa dikatakan bebas asap. Selain kinerja tim penanggulangan karlahut yang sangat baik, juga keramahan alam yang memberikan curah hujan yang cukup sepanjang tahun,” terang Haris Gunawan dari Badan Restorasi Gambut.

Menurutnya, keunikan permasalahan tata kelola gambut di Giam Siak adalah, perlakuan sekat kanal oleh perusahaan yang membuat kawasan gambut di lahan masyarakat menjadi tidak terairi dengan baik. Kawasan gambut di lahan masyarakat cenderung kering dan rawan terbakar di musim kering.

“Untuk itu perlu adanya koordinasi antara pemerintah desa dan satker terkait untuk meminta pihak perusahaan untuk berbagi air dengan kawasan gambut lahan masyarakat,” terang Haris.

Dengan perlakuan sekat kanal oleh perusahaan, tambah Haris, jika musim kemarau, kawasan gambut perusahaan relatif basah. Sementara, kawasan gambut di lahan warga jusrru kering dan rawan terbakar. Sebaliknya, jika musim hujan, pembukaan sekat kawasan gambut perusahaan membuat kawasan gambut lahan warga terendam banjir.

“Di titik titik tertentu, kita sudah membangun sekat sekat kanal agar ketersediaan air di musim kemarau mencukupi. Tahun 2017-2018 ini, sesuai intruksi Presiden, kita akan kembali membangun sekat sekat kanal,” terang Haris Gunawan.

Disingggung mengenai restorasi gambut yang sudah dilakukan BRG, Haris Gunawan mengatakan bahwa dari 900 ribu hektar kawasan gambut di Riau yang harus di restorasi, sudah lebih 200 ribu hektar yang sudah dilakukan restorasi oleh BRG.

“Namun ini kerja bersama. Bukan hanya kerja Badan Restorasi Gambut (BRG) saja. Untuk itu kita mengajak seluruh stakeholder bersama sama melakukan restorasi gambut di Riau dan Indonesia pada umumnya untuk meminimalisasi terjadinya bencana kabu asap,” kata Haris.

Source :

Riau Terkini

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


5 × two =