Menteri Kelautan dan Perikanan Diapresiasi Dunia dalam Menjaga Laut Indonesia

Foto: kayaksemut

 

Kebijakan Pemerintah Indonesia dibawah Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendapatkan pujian dan apresiasi dunia internasional. Hal ini disampaikan CEO Oceana Andrew Sharpless saat ditemui di Nusa Dua Bali, Minggu (28/10).

Menurut Andrew, Indonesia dibawah Jokowi dan Susi Pudjiastuti telah menunjukkan komitmen yang sangat kuat dalam menjaga lautnya demi masa depan anak cucu yang bukan saja berasal dari Indonesia tetapi di tingkat dunia.

“Menjaga laut Indonesia itu sama dengan menjaga laut sebagian besar di kawasan Asia dan Asia Pasifik. Sebab, sampah, plastik, penyelamatan biota laut, yang dilakukan di Indonesia bisa berdampak kepada wilayah laut lainnya di dunia ini. Bila laut Indonesia bersih, maka kawasan laut di beberapa wilayah lainnya akan ikut menikmati hasilnya,” ujarnya.

Menurutnya, pergerakan sampah dan plastik di laut, pergerakan ikan di laut, selalu lintas batas negara. Untuk itu semua negara di dunia hendaknya bertindak yang sama, minimal seperti di Indonesia. Pemerintahnya komitmen, menterinya konsisten menjaga laut dan biotanya.

“Indonesia sebagai negara besar sudah melangkah lebih maju dalam menyelamatkan lautnya. Indonesia tidak menunggu lebih lama, menunggu sampai lautnya hancur, seperti yang terjadi di beberapa negara lainnya di dunia, yang menunggu sampai lautnya hancur baru ada upaya dan regulasi untuk menyelamatkannya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Chief Policy Officer Oceana Jacqueline Savitz. Menurutnya, Indonesia sudah banyak melakukan penyetopan berbagai aksi jelek di wilayah laut dan pesisir mulai dari ilegal fishing, penenggelaman kapal pencuri ikan, dan sejenisnya.

“Kebijakan Indonesia dibawah Jokowi dan Susi Pudjiastuti saat ini sudah menjadi inspirasi dan panduan dari beberapa negara lainnya di dunia yang memiliki potensi laut yang besar dan kaya. Bahkan di negara manapun, jejak Indonesia dan Menteri Susi selalu dilihat dan diperbincangkan,” ujarnya.

Beberapa inovasi yang dilakukan Indonesia melalui Susi Pudjiastuti antara lain menerapkan Global Fishing Track yang bekerja sama dengan Google dan World Ocean yang berfungsi untuk memantau semua penangkapan ikan di wilayah laut Indonesia. Sistem ini sekarang sudah diikuti oleh Peru dan sebentar lagi akan diikuti oleh banyak negara di dunia yang memiliki komitmen yang sama dalam menjaga lautnya.

Sistem ini akan melacak dengan pasti keberadaan kapal di seluruh wilayah perairan Indonesia. Bahkan, sistem ini bukan hanya dipakai oleh pemerintah, tetapi juga oleh swasta letak kapalnya dimana, bagaimana hasil tangkapnya, sehingga mereka tidak bisa bohong perusahannya. Selain itu, pemantauan terhadap illegal fishing, pencurian ikan, aksi membuang sampah di laut, dan sejenisnya akan mudah terpantau dengan baik. Bila semua negara menggunakan sistem yang sama, maka potensi sumber daya laut akan memberi makan sebanyak 2 miliar orang di dunia atau bahkan lebih akan tercapai.

Source :

beritadewata

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


seven + 5 =