Bicara Kesetaraan di Indonesia, Anies Contohkan Jokowi

Foto:Tabloid Bintang

 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kesetaraan di Indonesia dibangun dengan sangat baik. Menurutnya, situasi ini membuat setiap warga Indonesia berkesempatan menjadi yang terbaik.

Anies mengungkapkan hal tersebut dalam Farewell Cultural Dinner of the 7th Forum yang diselenggarakan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (16/8/2018). Anies berbicara tentang kehebatan pendiri bangsa membangun kesetaraan di Indonesia di hadapan perwakilan tamu internasional.

“Isu lain yang ada di Indonesia adalah kesetaraan bagi semua. Ketika kami merdeka pada 1945, kami punya 428 kerajaan. Tapi yang menarik adalah saat pendiri bangsa yang sangat berpendidikan menyatakan dengan jelas pesan negara ini bukan buat sebagian, tapi semua. Semua bisa jadi apa saja,” kata Anies.

Anies menyinggung Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden yang bukan berasal dari kalangan aristokrat. Jokowi bisa menjadi presiden karena sistem yang dibangun pendiri bangsa.

“Hari ini kita melihat contoh jelas adalah Pak Jokowi. Beliau tidak datang dari bangsawan atau kalangan aristokrat. Rapi dia bisa mencapai posisinya saat ini, sistem yang ada saat ini,” ujar Anies.

Anies juga mengatakan Indonesia sebagai negara yang mengayomi semua golongan. Contohnya adalah pemilihan bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia yang disepakati semua suku di Indonesia, termasuk etnis mayoritas Jawa.

“Ini adalah terobosan terbesar. Dapat Anda bayangkan bagaimana perwakilan dari Jawa saat datang ke Kongres (Sumpah Pemuda) setuju mengadopsi bahasa yang bukan bahasa mereka. Padahal secara jumlah mereka mayoritas dan mereka setuju menggunakan bahasa Melayu,” terang Anies.

Dalam kesempatan tersebut hadir Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin; Pemimpin European Council of Religions Leaders atau Religions for Peace Europe, Bishop Gunnar Stalsett; Direktur American Jewish Committee’s Departement of Interreligious Affairs, Rabbi David Shlomo Rosen; dan Ketua Perhimpunan Majelis Buddha Indonesia, Philip K Widjaja.

Source :

detik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


five + four =