Mendag Promosi Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia di Swiss

Photo: Arenafood

 

Rangkaian misi dagang ke Swiss dan Spanyol berlanjut. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengajak para pelaku usaha Indonesia dan Swiss untuk memanfaatkan Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA) menjelang kesepakatan tersebut diselesaikan. Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan pada Forum Bisnis Indonesia-Swiss di Zurich, Swiss, pada Selasa (2/10/2018) lalu.

“Setelah perundingan IE-CEPA difinalisasi, diharapkan para pebisnis dari kedua negara dapat langsung memanfaatkan kesepakatan tersebut. Pelaku usaha akan menuai keuntungan dari IE-CEPA,” jelas Enggartiasto dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Pada kesempatan ini Mendag menyampaikan perkembangan terbaru produk sawit di Uni Eropa. Sektor sawit secara signifikan telah berperan pada perekonomian Indonesia dan menjadi sumber pendapatan bagi 5,3 juta pekerja serta berdampak terhadap hajat hidup 21 juta rakyat Indonesia. Terkait Kontribusi sawit terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), pemerintah memahami hal yang menjadi perhatian Eropa akan sustainability produk sawit Indonesia.

“Komitmen dan tantangan dari Eropa untuk produk sawit berkelanjutan telah dijawab Pemerintah Indonesia dengan mengeluarkan moratorium kelapa sawit. Presiden Joko Widodo telah menandatangani Inpres No. 8 pada 13 September 2018 mengenai Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit,” terang Enggartiasto.

Forum Bisnis Indonesia-Swiss membahas upaya peningkatan hubungan perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara EFTA (Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein). Forum Bisnis ini dibuka juga oleh Duta Besar Indonesia untuk Swiss dan Lichtenstein Muliaman Hadad, dan dihadiri Head of International Relations, Economie Suisse Jan Atteslander, dan Kepala Hubungan Ekonomi Bilateral Sekretaris Negara untuk Hubungan Ekonomi Erwin Arjuna Bollingerrs. Narasumber pada forum bisnis ini adalah Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan, Kadin Swiss-Asia (SACC) Jesse Ng, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Indonesia Iman Pambagyo, Pendiri/CEO E-kollektion Ernesto Sturzenegger, dan Pendiri/CEO Livingdreams Nicole Hoch.

Forum Bisnis Indonesia-Swiss adalah upaya peningkatan hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Swiss agar lebih erat lagi. Saat ini terdapat lebih dari 150 perusahaan Swiss yang berinvestasi di Indonesia dan menciptakan lebih dari 20 ribu lapangan pekerjaan di Indonesia.

“Melalui forum bisnis ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara pengusaha dari kedua negara, serta menjadi sarana untuk menyampaikan kondisi perekonomian terkini,” tandas Enggartiasto.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda menyampaikan pelaku usaha Indonesia yang turut serta dalam misi dagang di Swiss kali ini datang dari sektor kelapa sawit, produk tekstil dan garmen, kopi, perhiasan, produk kertas, cangkir roti dan serbet kertas, serta topi koki higienis.

“Misi dagang menjadi salah satu cara penetrasi pasar ekspor yang dapat meningkatkan volume perdagangan lebih cepat karena para pelaku usaha dapat bertemu dengan mitranya secara langsung,” ungkap Arlinda.

Source :

infosawit

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


10 − 1 =