Perwakilan Polri Tak Hadir, Praperadilan SP3 Puisi Sukmawati Ditunda

Foto: Liputan6

 

Sidang perdana praperadilan kasus Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) kasus dugaan penistaan agama terkait puisi ‘Ibu Indonesia’ Sukmawati Soekarnoputri di PN Negeri Jakarta Selatan ditunda. Sidang ditunda karena pihak termohon dari Bareskrim tidak hadir.

Gugatan praperadilan ini diajukan oleh, Azam Khan yang merupakan pelapor. Gugatan terdaftar dengan nomor perkara 128/Pid.Prap/2018/PN.Jkt-Sel di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sidang dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB, Senin (5/11/2018). Berdasarkan pantauan detikcom, pihak termohon tidak hadir hingga pukul 13.00 WIB. Agenda sidang hari ini, menurut jadwal, adalah pembacaan permohonan.

“Saya panggilkan dahulu termohon 1 Subdit I Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri,” kata hakim tunggal, Dedi di Ruang 7, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan.

“Tidak ada ya, tidak hadir,” sambung Dedi usai melihat tidak ada perwakilan dari Subdit I Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri yang menduduki kursi termohon.

Hakim kembali membacakan termohon 2 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri dan termohon 3 Kapolri. “Termohon tidak ada yang masuk, tidak ada yang duduk di kursi sini, sudah kami panggil,” imbuh Dedi.

Dedi lalu menunda sidang hari ini. Sidang dijadwalkan kembali pada Senin, 12 November 2018.

“Menurut ketentuan hukum acara, termohon yang tidak hadir, kami panggil lagi. Persidangan tidak dapat kami lanjutkan karena ketidakhadiran termohon 1, 2, 3. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui panitera pengganti akan berkoordinasi memanggil para termohon untuk menghadap di persidangan satu minggu lagi, tanggal 12,” jelas Dedi.

Azam Khan selalu pemohon mengaku kecewa dengan ketidakhadiran polisi. Dia mengatakan tujuannya mempraperadilankan SP3 Sukmawati untuk mencari penjelasan atas diterbitkannya surat tersebut.

“Saya kecewa. Tentu harusnya Mabes sebagai termohon hadir karena kami datang ke sini melakukan praperadilan karena akibat dari pihak Mabes mengeluarkan SP3. Makanya dengan SP3 tersebut, kami mencoba untuk mencari sebuah keadilan, diuji,” ungkap Azam.

“Setelah kami di sini, menunggu lebih dari tiga jam ternyata tidak hadir. Apakah SP3 tanpa tersangka, tanpa pemeriksaan itu dibenarkan? Kalau dibenarkan, harus ada dasar hukumnya. Kalau hakim bilang benar, kita harus tahu dong apa dasar-dasar hukumnya,” lanjut Azam.

Kasus ini bermula dari pembacaan puisi ‘Ibu Indonesia’ di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 April lalu. Puisi karyanya ini kemudian memicu kontroversi karena menyinggung soal azan dan cadar.

Namun, setelah serangkaian pemeriksaan pelapor, terlapor, dan saksi, pihak kepolisian menghentikan penyelidikan dugaan penistaan agama terkait puisi ‘Ibu Indonesia’ yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri. Alasannya, polisi tidak menemukan unsur pidana.

“Tidak ditemukan perbuatan melawan hukum atau perbuatan pidana, sehingga perkara tersebut tidak dapat dinaikkan/ditingkatkan ke tahap penyidikan. Maka kasus tersebut di-SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyelidikan),” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri yang saat itu dijabat Brigjen Mohammad Iqbal dalam keterangannya, Minggu (17/6/2018).

Source :

detik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


three × two =