Polisi Segel 20 Hektare Lahan PT LIH di Pelalawan Riau yang Terbakar

Photo: riauaktual

 

Pihak Kepolisian di Kabupaten Pelalawan, Riau, memasang garis polisi  dan menyelidiki kasus Kebakaran Lahan dan Hutan seluas sekitar 20 hektar, termasuk di areal Hak Guna Usaha (HGU) kebun Kelapa Sawit PT Langgam Inti Hibrindo (LIH). Kebakaran lahan di perusahaan ini sudah 2 kali terjadi.

“Memang benar, sudah kita pasang police line untuk penyelidikan. Luasnya kurang lebih 20 hektar, termasuk dalam lahan PT LIH dan sebagian lahan yang berbatasan dengan warga Desa Penarikan Kecamatan Langgam,” ungkap Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, Minggu (30/9).

Dijelaskan Kaswandi, kebakaran lahan di lokasi ini terjadi sejak Rabu, 26 September 2018 lalu. Puluhan personel gabungan dari TNI, Polri dan Manggala Agni, berjibaku memadamkan api di lokasi. Saat ini, kondisi api telah padam dan menyisakan asap dari tunggul kayu.

“Saat ini Penyidik Reskrim sedang menyelidiki kasus kebakaran di lahan perusahaan itu,” terang Kaswandi.

Sebagaimana diiketahui, PT LIH sendiri sudah pernah terseret dalam kasus kebakaran lahan. Pada akhir Juli 2015, sebagian tanaman sawit PT LIH sekitar 200 hektar di Desa Gondai Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Perusahaan yang mengantongi HGU seluas 8.716 hektar kebun kelapa sawit ini sempat dibekukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Meski sempat dibebaskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan pada tahun 2016 lalu, Manager Operasional PT LIH, Frans Katihokang (50), akhirnya divonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) dan diganjar hukuman 1 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 milyar, atas kebakaran yang mengotori udara kala itu.

Selain kasus kebakaran, PT LIH saat masih menjadi anak usaha PT Provident Agro Tbk (PALM) ini, juga sempat disorot lantaran diduga tidak menyediakan akomodasi yang layak bagi pekerjanya.

Source :

riauaktual

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


5 + 13 =