Polres Meranti Laksanakan Operasi Mantap Brata Muara Takus 2018

Foto: riaugreen

 

Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Muara Takus 2018 di Lapangan Polres Kepulauan Meranti, Rabu (19/9/2018) pagi.

Dalam apel tersebut dihadiri Wakapolres Kompol Irmadison, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Yulian Norwis, Wakil Ketua DPRD Muzamil Baharuddin, Camat Tebing Tinggi Helfandi, Ketua KPU, Abu Hamid, Ketua Panwaslu, Syamsurizal Ketua MUI, Mustafa, dan Forkompinda lainnya.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya gangguan selama berlangsung pesta demokrasi Pilpres dan pemilihan legislatif (Pileg) yang berpengaruh terhadap stabilitas keamanan daerah.

Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Irmadison yang bertindak sebagai inpsektur upacara membacakan sambutan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian.

“Tujuan apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat ini yakni untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana sebelum diterjunkan,” ujar kapolres membacakan sambutan kapolri.

Mantan Kabag Ops Polres Rohul ini juga mengatakan tujuan digelarnya operasi ini yakni untuk menjamin rasa aman penyelenggara maupun peserta pemilu.

Untuk pengamanan ini, Polres Kepulauan Meranti mengerahkan 2/3 kekuatan dengan jumlah sebanyak 382 personil dengan rincian 260 personil anggota Polres Kepulauan Meranti, 32 personil dari BKO Brimob Polda Riau, 60 personil BKO PAM TPS Polda Riau dan 30 personil anggota TNI dibantu anggota Linmas sebanyak 1.306 orang.

Wakapolres juga mengatakan pihaknya menurunkan personil pengamanan, sesuai dengan tahapan-tahapan dalam pemilu.

Ia juga menyebutkan, perkiraan ancaman pemilu yang perlu diantisipasi yakni protes dan unjuk rasa yang berujung pada tindakan anarki.

“Kita sudah memetakan potensi kerawanan kejahatan. Pada tahapan beberapa waktu lalu ada indikasi itu, dimana banyak terjadi perubahan dalam aturan KPU, hal itu menyebabkan banyak Caleg yang tidak paham dan ini tidak menutup kemungkinan adanya protes dan unjuk rasa,” kata Irmadison.

Lebih jauh dikatakan, kegiatan ini mengedepankan upaya preventif, kegiatan intelijen dan penegakan hukum.

“Untuk tahapan awal kita melakukan sosialiasi dan mengedepankan fungsi Bhabinkamtibmas yang melibatkan elemen masyarakat, tokoh pemuda dan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, untuk wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti masih dalam keadaan aman dan kondusif.

“Secara umum, Kepulauan Meranti aman dan kondusif, yang menjadi kerawanan hanya pada faktor alam dan kondisi geografis. Dimana karakteristik wilayah kita itu perairan, namun kita tetap mempersiapkan personil dan peralatan dari personil polisi perairan,” kata Irmadison.

Untuk diketahui, operasi Mantap Brata 2018 dimulai hari Kamis, 20 September sampai dengan 397 hari ke depan.

Kepulauan Meranti terdiri dari 101 desa dan kelurahan terdiri dari 653 TPS dengan jumlah DPT sebanyak 137.755.

Source :

riaugreen

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1 × 3 =