Riau Yacht Club Ingin Raih Medali Emas Asean Games

Source: Internet

 

Olahraga yachts memang belum terlalu populer di kalangan masyarakat umum. Bahkan, untuk wilayah Kepri, olahraga ini baru ada di Batam. Tepatnya di Nongsa Point Marina.

Dan para atlet serta pelatih dan pengurusnya membentuk komunitas yang bernama Riau Yacht Club yang bermarkas di jalan Hang Lekiu Km 4, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.

Klub layar tersebut merupakan bantuan yayasan Citramas Sport Club yang bertempat di Nongsa Point Marina dan beberapa perahu dan peralatan disumbangkan oleh Mr David Lee yang juga seorang warga negara Singapura.

“Pelatih sekarang ini saya beserta bapak Budiansyah. Alhamdulilah torehan prestasi saat ini yang didapat oleh Riau yacht club sudah bisa unjuk gigi di PON dan telah meraih beberapa medali di ajang nasional bahkan luar negeri,” kata Weng Samsi yang merupakan pelatih nasional Dinghies.

Saat ini anak didik Weng Samsi berjumlah 35 atlet dan rutin berlatih setiap harinya pukul 16.00 WIB.

Harapannya adalah ingin melahirkan atlet muda berbakat melalui jenis olahraga kapal layar ini, dan target ke depan adalah bisa meraih medali emas saat Asean Games membawa nama Indonesia perwakilan Provinsi Kepulauan Riau.

Usia Tujuh Tahun Sudah Bisa Gabung

Komunitas ini memberikan kesempatan bagi yang ingin bergabung. Syaratnya pun sangat mudah yakni usia minimal tujuh tahun.

Apalagi jika tinggal di Nongsa atau Batam bisa langsung bergabung di Riau Yachts Club yang clubnya ada di Nongsa Point Marina.

Karena olahraga ini sangat berkaitan dengan fisik, maka calon peserta juga harus memiliki tubuh atletis agar kuat dan tahan banting saat berada di atas kapal layar, terutama saat kapal diterpa angin kuat seperti angin utara. Untuk minimal berat badan sekitar 32 kg.

Dan bagi yang ingin menjadi atlet profesional, sama halnya dengan kita yang ingin belajar membawa kapal layar, latihan secara rutin itu sangat diperlukan.

Biasanya, sekitar 4 hingga 5 bulan setelah latihan sudah bisa membawa kapal layar sejenis optimist atau laser. Sedangkan bagi yang ingin jadi seorang atlet butuh waktu minimal dua tahun agar bisa benar-benar menguasai kapal layar.

“Bagi anak-anak muda di Batam, silakan jika ingin bergabung, kita membuka lebar bagi generasi muda yang ingin menorehkan prestasi melalui kapal layar ini. Siapapun boleh bergabung. Dan tidak dipungut biaya,” kata Weng Samsi.
Menurut Weng Samsi, semua orang bisa berlayar menggunakan dinghies atau kapal layar asalkan mempunyai tekad dan kemauan untuk belajar, gigih dan bersemangat saat latihan. (dra)

Ikut Kompetisi Sejak SD
Andini (16), Atlet

Andini Setyaningrum (16) yang bersekolah di SMA 15 Batam, Kecamatan Nongsa, merupakan atlet perempuan muda berbakat yang sudah mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Remaja ini sudah berlatih sejak kelas V SD. Yakni setelah terinspirasi dari keluarganya yang juga merupakan atlet kapal layar.

Andini yang saat itu bersekolah di SD Darul Falah, Batu Besar sudah mengikuti lomba di Kalimantan dengan katagori Optimus

“Pada waktu itu perdana baru ikut lomba, dan belum berhasil meraih medali,” katanya.

Kekalahan saat laga perdana yang diikutinya itu menjadi motivasi serta semangat untuk giat berlatih meraih juara.

Akhirnya, saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) yakni di SMP 8 Batam, Andini berhasil meraih juara dua saat mengikuti kejuaraan di Jakarta.

Selanjutnya, saat kejuaraan Pordiksen Malaysia, Andini juga mendapatkan peringkat juara 2, serta pada kejuaraan Nongsaregatta di Batam, Andini menjuarai peringkat pertama.

Saat melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) prestasi yang diraih juga tidak mengecewakan.

“Saat mengikuti lomba di Malaysia dapat juara 3 dari 100 lebih peserta, nah ini barusan digelar Pekan Olahraga Kota Batam ke-V, dapat juara 2,” katanya.

Di ajang perlombaan yang telah diikutinya, Andini selalu mengikuti kategori Optimis. Dan saat ini Andini selalu mengikuti kelas Leser 4,7.

“Pertama kali ikut, sering kepala saya kena besi layarnya, sampai nangis kadang, soalnya sakit. Dan malah sampai mau berhenti berlatih. Tapi selalu dimotivasi keluarga untuk selalu semangat. Apalagi, saat mendapatkan hadiah jadi termotivasi,” ungkapnya.

Andini yang bercita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Laut ini akan selalu menebarkan semangat berolahraga kepada generasi penerusnya.

Source :

Tribun Batam

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


13 − four =