Rumput Tinggi di Makam Jurnalis Penyebar Berita Kemerdekaan Indonesia

foto:Liputan6.com/krjogja.com/Chandra A

 

Namanya R Soegiarin, seorang jurnalis pejuang yang menyiarkan berita dengan morse sesaat setelah dibacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan  RI. Ketika wafat, jenazah R Soegiarin tak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

Ia dimakamkan di TPU Bergota. Sayang sekali, karena situasi makamnya menjadi tak terawat. Penuh rumput dan juga lumut.

Soegiarno (89), adik almarhum R Soegiarin bercerita, kakaknya merupakan jurnalis di Kantor Berita Domei. Saat itu, kantor berita itu dikuasai Jepang. Kepada krjogja.com, Soegiarno menyebut kakaknya ditugasi Adam Malik untuk menyiarkan kabar Proklamasi.

“Tugasnya menyiarkan kabar proklamasi dengan morse yang dikirim dari Kantor Berita Domei. Setelah ketahuan Jepang, dia ditahan seharian dan diinterogasi Polisi Jepang,” kata Soegiarin, Rabu, 15 Agustus 2018.

Kiprah Soegiarin ini jarang diketahui oleh masyarakat, meski dalam buku sejarah pada era Orde Baru pernah ditulis. Adam Malik juga pernah memberinya suatu penghargaan atas keberaniannya kala itu.

Melihat kondisi makam itu, Koramil 13 Semarang Selatan bersama Alfamidi, membersihkan makam pejuang kemerdekaan RI yang dimakamkan di luar Taman Makam Pahlawan. Makam R Soegiarin hanyalah salah satu saja.

“Keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian bapak-bapak tentara dan Alfamidi. Semoga ini menjadi amal baik semuanya,” kata Soegiarno yang juga mantan anggota Tentara Pelajar Brigade XVII.

Anggota Koramil dibantu karyawan Alfamidi selain gotong-royong kerja bhakti, juga memberikan bingkisan dan tali asih kepada para veteran perang kemerdekaan.

Setelah kerja bakti membersihkan makam, tim itu bersilaturahmi ke rumah veteran untuk menyerahkan tali asih. Para veteran itu masing-masing Soegiarno (89) dan Hendro (90), keduanya mantan Tentara Pelajar.

Ada juga Hardijanto (92) mantan BKR dan terakhir melanjutkan karier sebagai anggota TNI berpangkat Mayor Infanteri dan penyandang Bintang Gerilya, di rumahnya kawasan Mrican Semarang.

Menurut Danramil 13 Semarang Selatan, Mayor Inf Rahmatullah AR, upaya membersihkan makam pejuang kemerdekaan sengaja dilakukan dengan sasaran makam di TPU, bukan TMP. Alasannya karena banyak yang tak terawat dengan baik dan layak, sehingga tak sebanding dengan jasa semasa hidup dan berjuang untuk Indonesia.

“Harapannya merangsang kepedulian masyarakat untuk menghargai dan menghormati jasa pahlawan dan para pejuang,” kata Danramil Semarang Selatan itu.

Source :

liputan6

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1 × five =