Satu Nama Ini Diperkirakan Calon Paling Kuat Cawapres Jokowi

Foto:riaugreen

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membenarkan bahwa kandidat cawapres pendampinya yang sudah dikantonginya ada lima nama.
Empat nama adalah Ketua Umum Partai Kebangkita Bangsa Muhaimin Iskandar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.
Lalu, ada Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Satu nama lagi yang belum disebut diyakini adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing saat dihubungi Jawa Pos, Senin (16/7/2018).
Menurut Emrus, Sri Mulyadi dinilai memiliki segudang pengalaman dalam bidang ekonomi.
Dalam hipotesisnya, dari lima nama itu sudah mengerucut dua nama.
Kedua tokoh yang berpeluang besar menjadi cawapres Jokowi adalah Mahfud MD dan Airlangga.
Saat ini, kata dia, Jokowi sedang diserang tiga isu. Yakni isu komunisme, anti-Islam, dan pro Tiongkok.
Untuk mengadang serangan tersebut, Emrus menilai Mahfud lah yang bisa membendungnya.
Joko Widodo dan Airlangga Hartarto usai jogging bersama di Istana Bogor, Sabtu (24/3/2018) pagi
Alasannya, pria asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur itu selain merupakan tokoh Islam, santri, bersih dan akademisi juga sangat dihormati.
“Jika Mahfud disandingkan dengan Jokowi, maka tiga isu itu bisa diatasi,” papar dia.
Alasan lain yang mendasari hipotesanya itu adalah guru besar ilmu hukum tata negara itu relatif lebih bisa diterima parpol pendukung Joko Widodo.
Terlebih, Mahfud juga bukan berasal dari parpol ditambah dengan pengalaman yang komplit.
Sebab, selain pernah menjadi menteri, Mahfud juga pernah menjadi anggota dewan sampai Ketua MK.
“Jadi, pengalamn eksekutif, legislatif dan yudikatif semua sudah dia miliki. Apalagi, ia juga guru besar hukum tata negara UII yang juga tokoh NU,” jelasnya.
Namun, jika pertimbangannya Jokowi adalah dukungan partai dan jumlah kursi di DPR, maka Airlangga yang akan dipilih.
Sebagai ketua partai, tentu Airlangga mempunyai dukungan jelas dari partai.
Tapi, kehadiran Airlangga belum tentu bisa diterima partai lain. Sebab, partai koalisi juga mempunyai calon masing-masing.
Jika Airlangga yang dipilih, tutur dia, itu sama halnya memberi karpet merah bagi Airlangga untuk menjadi capres pada Pemilu 2024.
“Sekarang keputusannya ada di tangan Jokowi,” pungkasnya.
Source :

riaugreen

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


6 − four =