Soal Berita Century, Asia Sentinel Minta Maaf dan Puji SBY

Photo: WinNetNews

 

Media asing Asia Sentinel yang sempat menulis soal kasus Bank Century yang menyeret nama Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono meminta maaf.

Sebelumnya media asal Hong Kong itu sudah lebih dulu menarik artikel yang membuat SBY serta Partai Demokrat berang.

“Kami telah menarik artikel itu dari situs Asia Sentinel. Selanjutnya kami meminta maaf sedalam-dalamnya kepada mantan Presiden Yudhoyono, Partai Demokart dan kepada semua yang merasa terhina dengan artikel tersebut,” demikian pernyataan Asia Sentinel dalam situsnya.

Asia Sentinel juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas tulisan tersebut yang merasa terhina dengan adanya artikel itu.

Dalam tulisan tersebut, Asia Sentinel juga menyatakan rasa hormatnya pada SBY sebagai mantan Presiden RI. Asia Sentinel juga memuji SBY sebagai negarawan Asia yang dihormati kalangan luas.

“Akhirnya Asia Sentinel ingin menyatakan rasa hormat yang tinggi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah melayani negaranya dengan keistimewaan dan secara luas dihormati sebagai negarawan Asia,” demikian penutup pernyataan maaf Asia Sentineltersebut.

Permintaan maaf itu sendiri dipublikasi di situs Asia Sentinel pada 19 September 2018 dengan judul artikel,Apology to President Yudhoyono and the Democrat Party of Indonesia.

Sebelumnya, tulisan berjudul Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy’ disebut ditulis langsung Pemimpin Redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen. Tulisan tersebut kemudian diakui media massa tersebut banyak berisi tuduhan. Tulisan juga dinilai tak berimbang karena tidak mencari dan memuat komentar dari pihak-pihak yang dituduh.

“Kami mengakui tak mencari komentar yang adil dari orang-orang yang disebutkan dalam artikel itu dan artikel itu hanya dari satu sisi dan melanggar praktik jurnalistik yang adil,” demikian kutipan pernyataan maaf Asia Sentinel.

Terkait permintaan maaf Asia Sentinel ini, Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief menyatakan itu tak akan jadi akhir dari kasus pemberitaan tersebut.

“Ini belum selesai, pihak dalam negeri yang menyebarkan info fitnah akan kami kejar,” kata Andi Arief dalam akun twitternya, @AndiArief__.

Meski begitu, Andi menyatakan Demokrat menurutnya mengapresiasi permintaan maaf itu. Selanjutnya, selain mengejar pihak di dalam negeri, investigasi Demokrat ke Hongkong, Mauritius dan Amerika Serikat terkait pemberitaan itu akan tetap berjalan. “Saat ini Sekjen Hinca Pandjaitan berada di hongkong bersama dewan Pers Indonesia,” kata Andi.

Source :

cnnindonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


four × one =