TNI Minta Anggaran Rp1,5 Triliun untuk Koopsus

Foto: Industry.co.id

 

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengajukan anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopsus) dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR. Mereka menyatakan dana itu buat menyokong operasional unit khusus itu.

“Koopsus TNI itu Rp1,5 triliun, terdiri untuk pembangunan sarana dan prasarana, pemilihan material khusus, senjata dan perlengkapan lainnya,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (5/9).

Hadi mengatakan anggaran untuk pasukan khusus gabungan tiga matra TNI itu bakal tersedot buat pembangunan infrastruktur dan peralatan khusus.

“Karena kalau pasukan khusus beda dengan yang lain, harus memiliki material khusus,” katanya.

Hadi mengatakan anggaran itu juga digunakan untuk pembangunan jaringan ke daerah agar Koopsus dapat mendeteksi dan mengantisipasi ancaman keamanan yang tidak terduga.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Yudha meminta agar pembentukan Koopsus yang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme dipercepat.

Sebab, Satya mengatakan pembentukan Koopsus bukan berlandaskan Peraturan Pemerintah (PP) yang memerlukan persetujuan banyak sektor, melainkan hanya melalui Peraturan Presiden (Perpres).

“Kami minta panglima dipercepat pembentukannya agar bisa dioperasionalkan, sampai sekarang belum selesai. Mereka katakan Mei 2019 baru bisa, dan perlu diskusi dan sinkronisasi di pemerintah,” kata Satya terpisah.

Gabungan pasukan elite dari tiga matra TNI nantinya diatur lewat instrumen Peraturan Pemerintah (PP) sebagai payung hukum pelaksana dari Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Hadi menjelaskan pembentukan Koopssusgab ini merupakan bagian dari operasi militer selain perang (OMSP) yang diatur Pasal 7 UU TNI, salah satunya untuk ikut dalam menanggulangi tindak pidana teroris

Koopssusgab TNI dibentuk oleh Moeldoko selaku Panglima TNI pada 2015 lalu. Tim ini merupakan gabungan pasukan elite dari tiga matra TNI, yakni Sat-81 milik TNI AD, Denjaka milik TNI AL, dan Satbravo-90 dari TNI AU.

Jumlah pasukan khusus ini 90 personel. Mereka disiagakan di wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat dengan status operasi, sehingga siap siaga setiap saat jika diperintahkan untuk terjun menanggulangi teror.

Source :

cnnindonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


five × 5 =