Alasan Menteri Jonan Jadikan Transmisi Listrik Jawa-Sumatra 2 Arah

An employee works on electric pylons at a power station in Greater Noida on the outskirts of New Delhi June 8, 2012. REUTERS/Parivartan Sharma/Files

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan bahwa transmisi jalur listrik Jawa-Sumatera (High Voltage Direct Current/HVDC) kemungkinan akan selesai pada tahun 2024.Pemerintah dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun dapat mencapai kesepakatan untuk memasukkan pembangunan HVDC pada Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL) 2017-2026. Menurut Jonan, transmisi ini nantinya akan bersifat dua arah. Hal ini dilakukan agar tak lagi ada kekurangan tenaga listrik, baik di Pulau Jawa maupun di Pulau Sumatera.

“Dua (arah),” tutur Jonan di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (10/4/2017). Hal ini dilakukan oleh pemerintah dengan pertimbangan jangka panjang. Kebijakan ini pun diharapkan dapat berdampak secara langsung kepada masyarakat dan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. “Supaya kalau suatu hari, kan kabel listrik enggak cuma untuk 10 tahun, mungkin untuk 50 tahun, 100 tahun. 30 tahun lah paling. Kita kan enggak tau kebutuhannya di kemudian hari,” tuturnya.

Direncanakan HVDC tersebut dapat mengirimkan 500 kV. Informasi dari Kementerian ESDM, melalui Keputusan Menteri ESDM (Kepmen ESDM) Nomor 1415 K/20/MEM/2017, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk periode 2017 – 2026 telah disahkan. Dalam RUPTL terbaru ini, target bauran energi untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) naik dari sebelumnya 19,6% menjadi 22,5% tahun 2025.

Revisi RUPTL juga menetapkan target terbaru infrastruktur ketenagalistrikan, mengoptimalkan pemanfaatan energi setempat untuk pembangkitan tenaga listrik serta pemilihan teknologi yang lebih efisien sehingga dapat menurunkan biaya pokok penyediaan tenaga listrik. Dalam RUPTL 2017-2026, jika digabung, pembangkit listrik dari energi air, panas bumi dan EBT lainnya diharapkan bisa mencapai bauran energi 22,5% pada 2025, hal ini sejalan dengan target di Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


4 × 3 =