Inilah Penyebab Perairan Riau Rawan Jadi Sasaran Pencurian Ikan

Photo: TribunPekanbaru/Guruh Budi Wibowo

 

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kementerian Kordinator Kemaritiman Dedy Miharja menyebutkan garis pantai Riau lebih dari 2700 Kilometer dan perairan yang luas menjadikan Riau daerah rawan terjadinya pencurian ikan (ilegal fishing).

Apalagi perairan Riau sendiri berbatasan langsung dengan Selat Malaka dimana jalur perdagangan di Asia Tenggara dan berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan beberapa negara Asean lainnya.

“Panjang bibir pantai Riau mencapai 2700 tentunya sangat panjang dan menjadi rawan terjadinya ilegal fishing, “ujar Dedy Miharja kepada¬†Tribunpekanbaru.com, saat berkunjung ke Riau Sabtu (8/7/2018).

Menurut Miharja yang paham dan tau data pastinya pencurian ikan di perairan Riau adalah Pemerintah Daerah melalui Dinas perikanan dan Kelautan. Pihaknya sendiri hanya melakukan upaya pencegahan terjadinya ilegal fishing di perairan Indonesia termasuk Riau.

“Kami mengakui dengan panjangnya perairan itu tidak menutup kemungkinan pencurian ikan di Riau. Hanya saja kami belum memiliki data lengkap berapa potensi ikan Riau yang dicuri, “jelas Dedy Miharja.

Namun saat ini lanjut Dedy Miharja pihaknya di Kementerian Kordinator Kemaritiman sudah memiliki sejumlah rencana aksi dalam mengantisipasi terjadinya ilegal fishing di Indonesia. Salah satunya mengumpulkan negara yang terlibat dalam pencurian ikan di Indonesia.

“Ada tiga klasifikasi dibuat ada negara korban dalam hal ini Kita Indonesia kemudian Negara pencuri ikan dan selanjutnya negara penampungan hasil ikan curian, ini akan terus dilakukan sehingga negara penampung ikan curian ini tidak mau lagi menjadi penadah, “ujarnya.

Progres sendiri saat ini menurut Dedy dari data yang didapat pihaknya sejumlah negara di Eropa juga sudah mendapatkan kartu kuning karena mengendalikan hasil ikan curian dari Indonesia.

” Tentu ini progres yang bagus sebagai upaya meminimalisir dan mencegah terjadinya ilegal fishing di Indonesia, “ujarnya.

Sementara Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino mengatakan pihaknya dari angkatan laut sejauh ini tetap menjaga dengan melakukan patroli laut untuk mencegah terjadinya ilegal fishing di perairan Riau.

” Kita melakukan patroli sebagai upaya agar nelayan dari luar tidak masuk ke perairan Riau, dan itu sebagai langkah pencegahan yang dilakukan, “ujarnya.

Saat ditanya adanya informasi sering nelayan dari negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand singgah di Pulau Jemur yang masuk dalam kawasan Rokan Hilir Provinsi Riau menurut Yose Aldino pihaknya belum mengetahui kebenarannya.

” Di Pulau Jemur kan ada juga posko angkatan laut, kalau kapal nelayan luar sering singgah disana kami belum dapat informasi itu, “ujarnya.

Pihaknya sendiri bersama pihak Pemda dan Perikanan Kelautan selalu mengawasi penggunaan alat tangkap ikan yang digunakan masyarakat, bagi yang melanggar akan ditindak sesuai aturan.

” Kalau nelayan dari Riau itu rata-rata gunakan alat tangkap tradisional semua, “jelasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


twelve + 3 =