Kapal Penumpang Over Kapasitas di Riau Diamankan TNI AL

Photo: haidir/detikcom

 

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai, di Riau mengamankan kapal penumpang yang melakukan pelanggaran manifes atau over kapasitas. Pengamanan kapal ini dilakukan demi keselamatan penumpang.

“Yang kita amankan sekarang ini kapal Jelatik yang berlayar dari Selatpanjang Kab Kep Meranti menuju ke Pekanbaru. Terkait pengamanan ini kita juga berkoordinasi dengan Dishub Riau, Dishub Pekanbaru dan pihak Syahbandar dari Kementrian Perhubungan,” kata Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut (E) Yose Aldino dalam jumpa pers di Pelabuhan Sungai Duku di perairan sungai Siak, Pekanbaru, Rabu (11/7/2018).

Menurut Yose, kapal Jelatik 8 terbuat dari kayu yang sudah berusia 12 tahun itu diketahui membawa penumpang dari Selat Panjang ke Pekanbaru tidak sesuai dengan manifes.

“Kapal ini diketahui membawa 230 penumpang, namun yang tercatat di manifes hanya 113 penumpang. Satu sisi, kapal tersebut hanya berkapasitas 165 penumpang,” kata Yose.

Selain kelebihan penumpang, kata Yose, berbagai peralatan keselamatan seperti pelampung banyak yang sudah tidak layak digunakan. Sejumlah pelampung keselamatan kondisinya banyak yang sudah terlibat kumal dan tak layak pakai.

“Kita juga menemukan sejumlah barang-barang seperti alat elektronik dan lainnya. Semua barang itu juga tidak tercatat di manifes,” kata Yose.

Yose menyebutkan, kapal Jelatik 8 ini diamankan KRI Pulau Rusa 726 yang tengah berpatroli rutin. Sebelum dilakukan pengamanan, pihak TNI AL mendapatkan informasi dari masyarakat akan kelebihan penumpang di kapal tersebut.

“Kapal tersebut tidak mematuhi peraturan dan membahayakan keselamatan penumpang. Kapal ini kita amankan pada Senin (9/7) di perairan Kuala Siak. Ini melanggar pasal 138 ayat 2 UU No 17 Tahun 2008,” kata Yose.

Kapal Jelatik 8 ini, kata Yose saat ini tidak diizinkan untuk berlayar sampai proses pemeriksaan selesai.

“Nakhodanya masih kita lakukan pemeriksaan. Ini akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh yang melibatkan instansi terkait. Sepanjang proses pemeriksaan, kapal tidak boleh berlayar,” tutup Yose.

Source :

news.detik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


fifteen + 19 =