Kisah Komunitas Adventure Riau di Gunung Kerinci, Bertemu Pendaki Asing dan Diikuti Makhluk Gaib

Photo: ist

 

Sejak Sabtu (30/6/2018) hingga Rabu (4/7/2018), anggota Komunitas Adventure Riau berhasil jajaki dua Gunung tertinggi di Kerinci Jambi.

Berbagai pengalaman dan tantangan mereka dapatkan rasakan selama melakukan pendakian lima hari tersebut.

Berikut adalah kisah perjalanan mereka yang diutarakan oleh Ketua Adventure Riau, Rinal.

Perjalanan anggota penjelajah alam tersebut dimulai pada Jumat (29/6/2018) dari Pekanbaru menuju Kabupaten Kerinci Jambi, dengan jarak tempuh kurang lebih 17 jam.

“Alhamdulillah kami diterima bertemu di rumah salah seorang sahabat Adventure Riau bernama Mas fery. Di sana kami menginap, sebelum nanjak gunung Kerinci, serta melakukan persiapan packing belanja logistik di desa Lintang. Karena harga sayuran di sana sangat murah, kami pun membeli cabe giling, sayur sawi kentang, wortel, bawang merah bawang putih,indomie empat bungkus, ikan teri, kacang tanah, minyak makan dan lainnya. Sementara P3K kami bawa seadanya, seperti obat keram” freshcare, betadine, tisu kering tisu basah dan lainnya,”papar Rinal.

Setelah semua perlengkapan selesai, anggota Adventure Riau diantar feri ke pos retribusi, di sana petugas Gunung Kerinci, menyediakan tenda tim SAR.

Usai beristirahat sebentar, jelajah alam pun dimulai menuju pintu rimba Gunung Kerinci. Sebelumnya mereka berdoa terlebih dahulu, agar selamat sampai tujuan puncak top Kerinci Mt 3805 mdpl.

“Kita mulai menempuh jalan nanjak pelan. Sebelum masuk shelter satu, kami bertemu dengan warga asing, jika tidak salah, mereka orang Australia. Mereka dengan ramah bercerita dengan kami tentang pendakian. Setelah itu, kami lanjut menuju shelter 1 dengan waktu jarak tempuh empat jam dari pintu rimba. Di sana diputuskan buat dirikan tenda camp. Di lokasi itu juga bertemu sahabat pendaki dari Pekanbaru sebanyak 12 orang, dengan nama komunitasnya Cakung Uutdoor. Tak hanya mereka, pendaki dari Jakarta dan Bengkulu juga bersilaturahmi dengan kami. Setelah semalaman di shelter 1, kami putuskan di pagi harinya mendaki bareng menuju shelter 3. Alhamdulillah di dalam perjalanan kami kembali berpas-pasan dengan pendaki asing, kali ini pasangan dari Inggris. Kata mereka,  Indonesia sangat indah pemandangannya, apalagi jika melihat keindahannya dari Puncak Kerinci, atap sumatra,”ceritanya.

Sesampainya di shelter tiga, mereka camping semalaman, sambil diguyur hujan.  Pukul 03:30, perjalanan dilanjutkan, lagi-lagi mereka bertemu warga asing dsri Prancis di posisi saat summit Kerinci.

Anggota Adventure Riau berfoto bersama Turis Asing saat Mendaki Gunung Kerinci, Jambi.
Anggota Adventure Riau berfoto bersama Turis Asing saat Mendaki Gunung Kerinci, Jambi. (ist)

“Setelah ramah tamah, kami akhirnya berjuang menuju puncak top up Mt Kerinci 3805 mdpl. Alhamdulillah, saat kami di puncak cuaca cerah, tanpa hujan dan badai. Bendera Adventure Riau pun berkibar di puncak tersebut. Di atas kami habiskan waktu kurang lebih 30 menit untuk menikmati indahnya puncak gunung Kerinci atapnyasumatra tertinggi nomor dua di Indonesia,”ungkap Rinal.

Pukul 13:00 WIB, mereka putuskan turun untuk menghindari, hujan, kabut dan malam. Hingga di shelter 1 pada waktu magrib. Hanya berselang 20 menit istirahat, kemudian mereka lanjut jalan ke arah kaki Gunung Kerinci.

“Tak lama kemudian kami bertemu dengan orang Malaysia sebanyak 19 orang. Mereka juga ramah-ramah dan ajakin kami berfoto.Tiba di pos 3 kami juga bertemu dengan sahabat pendaki Jogja menuju puncak Kerinci. Tak hanya bertemu pendaki daerah lain, kami juga menemukan ayam hutan dua ekor yang sedang mencari makan hasil buangan sampah orang pendaki, ketika berada di pos 2. Saran kami, jika bisa sampah jangan asal dibuang di gunung. bawalah sampah turun, Jika tak sanggup membawanya, tanamlah,”tuturnya.

Sebelum sampai pos 1, mereka bertemu pendaki Sulawesi. “Tiba di pos 1 kami sudah waktu magrib,
Tak lama kemudian kamipun lanjut jalan. Di sana kami merasakan ada sedikit kejanggalan berupa makhluk gaib yang mengikuti kami sampai di pintu rimba. Walaupun was-was, kami terus berdoa. Setelah turun sampai Pintu rimba kami pun mengucapkan alhamdulillah,”ungkapnya.

Keesokan harinya, 18 orang anggota Adventure Riau melanjutkan perjalanan menuju Danau Gunung Tujuh, dengan jarak tempuh 3,5 jam.

“Saat dalam perjalanan kami bertemu dengan Brimob Jambi. Pak komandannya sangat ramah dan kasih suport buat kami. Tak lama kemudian kami buat video hari bayangkara yang ke 72 thn jaya. Adapun jumlah Brimob yang mendaki kurang lebih dari 20  anggota,”jelas Rinal.

Tidak lama kemudian, mereka sudah berada di puncak danau Gunung Tujuh.

Anggota Adventure Riau berfoto bersama Turis Asing saat Mendaki Gunung Kerinci, Jambi.
Anggota Adventure Riau berfoto bersama Turis Asing saat Mendaki Gunung Kerinci, Jambi. (ist)

“Kami pun ngeteh dan mandi-mandi dan menikmati dinginnya air gunung tujuh rasa seperti es. 40 menit kami habiskan waktu menikmati dan bersih-bersih sampah yang ada. Setelah kami habiskan waktu pun kami putuskan buat turun menuju pulang. Di dalam perjalan, kami melewati malam hari. Tiba di bawah kami istirahat di kedai pak Deh. Setelah itu kami pulang menuju basecamp istirahat dan pulang esok ke Pekanbaru esok harinya,”pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


one + six =