Lantik Pejabat Eselon II, Wabup Said Hasyim Ingatkan Dalam Sumpah Jabatan Tersemat Tanggung Jawab

Foto : senuju.com

 

MERANTI – Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, melantik pejabat Eselon II Dilingkungan Pemkab Meranti, kegiatan dalam rangka penyegaran dan peningkatan kinerja organisasi pemeintahan itu dilaksanakan di Gedung Orange, Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Senin pagi (9/4/2018).

Hadir dalam kegiatan itu, Jajaran Pejabat Eselon II Dilingkungan Pemkab Meranti, Kepala BKD Meranti Alizar SH M.Si, Perwakilan Polres, Perwakilan Kantor Departemen Agama, Kepala Bagian dan sejumlah pejabat Eselon III lainnya.

Adapun pejabat yang dilantik adalah Drs. Syamsuddin yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Meranti kini dipecaya sebagai Asisten II Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, dan Jabatannya sebagai Kepala Dinas Perikanan digantikan oleh Ir. Anwar Zainal yang sebelumnya menjabat Asisten II Sekda Meranti.

Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah Jabatan, dan penandatanganan berita acara sumpah oleh Wakil Bupati H. Said Hasyim diikuti oleh pejabat yang dilantik.

Ditegaskan Wakil Bupati, mutasi yang sudah kesekian kalinya dilaksanakan oleh Pemkab Meranti adalah murni dalam rangka penyegaran dan mempercepat roda organiasi sesuai dengan kondisi terkini yang diselaraskan dengan kebutuhan serta tuntutan masyarakat saat ini.

“Mutasi dalam sebuah organisasi pemerintahan adalah hal yang biasa, semua telah melalui berbagai pertimbangan untuk kepentingan yang lebih baik, bagi yang diberikan jabatan laksanakan amanah itu dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya Jabatan merupakan kepercayaan dari pimpinan yang diberikan kepada bawahan, untuk dilaksanakan dengan baik dan pemberian jabatan merupakan hak prerogatif Kepala Daerah yang tudak dapat diganggu gugat.

“Jika diberikan jabatan berarti masih dapat dipercayai, jabatan adalah hak prerogatif pimpinan dengan berbagai pertimbangan dan yang tak kalah penting adalah atas masukan dari masyarakat, oleh karena itu jalankan dengan baik, tak perlu meminta minta, semua ini dinilai pimpinan dan pimpinan akan menentukannya sesuai dengan kondisi yang ada,” jelas H. Said Hasyim.

Seiring semakin kompleknya masalah dan tuntutan masyarakat akan Meranti yang lebih baik lagi, Wakil Bupati H. Said Hasyim, sekali lagi menegaskan kepada pejabat yang saat ini diberikan amanah untuk menguasai tugas dan fungsinya secara utuh, dengan begitu segala tuntutan yang dibutuhkan masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik.

“Saya minta kuasai jabatan secara utuh, jalankan dengan baik, masyarakat menunggu pemikiran pemikiran brilian dari kita sebagai pemangku kepentingan,” ucapnya.

Salah satu yang terpenting adalah bagaimana seorang pejabat, dapat mengolah dana yang cukup besar yang masih mengendap di APBD Meranti lebih kurang 1 Triliun, APBD Provinsi 9 Triliun dan APBN 2000 Triliun rupiah lebih.

“Dana banyak, dan Meranti punya kemampuan luar biasa, namun yang jadi persoalan apakah bisa berfikir untuk mengolah sumber daya itu dengan bekerja gigih dan giat agar apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab dapat dijalankan dengan baik,” papar Wakil Bupati.

Seperti dalam hal meraih dana pusat dan Provinsi, dimana setiap OPD harus mampu membuat proposal yang matang dan konkrit sesuai dengan kondisi yang ada dilapangan. Dan dana yang turun dapat dipertanggungjawabkan baik secara Akuntansi maupun pendekatan manfaat yakni selaras antara Input, Output dan Outcomenya.

“Kadang kita melihat banyak persoalan Meranti tetapi ketika ditanya mana proposal kita tidak dapat membuatnya dengan baik, hal ini terkesan bahwa program yang dirancang hanya berasal diatas meja, tidak didukung fakta dan data dilapangan yang dibutuhkan masyatakat, padahal PNS sudah bersumpah untuk menjalankan tugasnya dengan baik,” jelasnya lagi.

Akhir kata, mantan Sekda Kabupaten Siak yang sudah malang melintang didunia birokrasi itu mengingatkan kepada seluruh ASN, jangan mengejar jabatan, karena dibalik jabatan itu tersemat tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan baik.

“Jangan mencari dan mengejar jabatan karena dalam jabatan melekat tanggung jawab, dan resikonya, jabatan itu disumpah jangan sampai gara gara tidak amanah makan sumpah,” tegasnya.

Sebagai sebuah satu kesatuan yang utuh yang tidak terpisahkan satu dan yang lain. Membudayakan sifat saling tegur sapa dan mengingatkan karena sebagai manusia baik pimpinan maupun staf tidak terlepas dari salah dan khilaf, dan sebagai pimpinan harus menjadi tauladan kepada bawahan.(hms/gun)
 

Source :

Riau Green

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


11 + 13 =