Penertiban Terminal Bayangan di Riau Prioritas Kementerian Perhubungan

Photo: TRIBUNPEKANBARU.COM/SYAIFUL MISGIONO

 

PEKANBARU- Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Riau-Kepri Kementerian Perhubungan, Ajie Panatagama menegaskan dalam waktu dekat akan menertibkan seluruh aktivitas terminal bayangan yang beroperasi di luar terminal.

Hal ini sesuai dengan Instruksi Menteri Perhubungan dalam upaya menata angkutan transportasi secara tertib yang bertujuan untuk pelayanan yang nyaman bagi masyarakat.

“Insa Allah untuk penertiban terminal bayangan sudah menjadi program prioritas kami di Riau, “ujar Ajie Panatagama.

Sebagaimana sejak diterapkannya UU nomor 23 tahun 2014 maka kewenangan terminal beralih ke Kementerian Perhubungan di bawah Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Riau-Kepri yang membawahi dua provinsi.

Menurut Ajie Panatagama, memang untuk penertiban kendaraan di terminal bayangan butuh peran semua pihak, karena terminal bayangan tersebut sudah lama beraktivitas dan butuh kerja keras.

“Kami sudah rancang untuk penertiban dan memang perlu sinergitas dan dukungan penuh semua stakeholder di daerah, semoga saja dalam waktu dekat bisa ditertibkan, “ujarnya pada tribunpekanbaru.com.

Sebelumnya diakui Ajie Panatagama, pihaknya sudah memulai melakukan penertiban terhadap kendaraan yang tetap menggunakan terminal bayangan.

Diantara terminal bayangan yang selalu mengganggu tersebut simpang Panam, Harapan Raya dan Muara Fajar.

Menurut Ajie pihaknya akan menertibkan seluruh angkutan yang tidak patuh terhadap aturan, terutama angkutan yang mangkal di terminal bayangan dan tidak mau masuk Terminal BSPS.

“Dihimbau kepada seluruh angkutan umum AKDP dan AKAP untuk berperan aktif meramaikan terminal kebanggaan kita semua, “ujar Ajie Panatagama.

Ajie Panatagama menyampaikan khusus untuk Angkutan non resmi, agar menghargai program ini demi mencapai visi misi transportasi yang tertib, damai, aman, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat banyak.

“Himbauan ke pool bus untuk bis AKAP/AKDP masuk terminal tipe A Pekanbaru. Sekaligus periksa pirizinan usaha pool oleh satpol PP, “jelas Ajie.

Pihaknya bersama tim gabungan tidak akan ada tolerir bagi yang tidak taat aturan akan ditindak oleh aparat kepolisian, terutama yang masih menggunakan terminal bayangan di Simpang Panam dan Rumbai.

“Akan kita tindak tegas karena ini sudah menjadi Intruksi dari pusat dan semuanya harus patuh, “jelas Ajie.

Pihaknya juga melakukan penegakan hukum secara rutin tahun ini dijadwalkan lakukan penegakan hukum pada Maret, Mei, Juli dan Desember.

“Sasarannya bagaimana agar seluruh angkutan AKDP dan AKAP semuanya masuk terminal dan seluruh angkutan yang tidak resmi akan didata dan dilakukan penertiban, “jelas Ajie.

Kedepan lanjut Ajie tidak ada lagi angkutan yang menunggu penumpang atau menaikkan dan menurunkan penumpang di simpang panam dan Muara fajar, semua harus masuk terminal.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


4 × three =