Polda Riau Selidiki Kasus Keracunan Massal di Kampar

Photo: elshinta.com

 

Sekitar 122 warga di Kabupaten Kampar, Riau, keracunan massal setelah menghadiri pesta pernikahan. Akibatnya, mereka terpaksa menjalani perawatan intensif. Menanggapi kasus itu, Polda Riau akan melakukan penyelidikan.

Kapolda Riau, Irjen Nandang mengatakan, untuk melakukan penyelidikan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dimakan oleh para korban.

Hasil uji laboratorium ini, diperkirakan akan keluar dalam waktu tujuh hingga 10 hari. “Sampai sekarang saya belum dapat laporan hasil pemeriksaannya. Hasil uji laboratorium itu nanti kita dalami (pihak yang bertanggung jawab),” ungkap Nandang, Rabu (3/7).

Polda Riau Selidiki Kasus Keracunan Massal di Kampar
Dinkes Riau mengecek kondisi korban yang diduga keracunan setelah menyantap hidangan di pesta pernikahan, Kabupaten Kampar, Riau. (Istimewa)

Sambil menunggu hasil uji lab tersebut, Polres Kampar sudah memeriksa sejumlah saksi. Baik itu para korban maupun penyelenggara pesta pernikahan di Dusun Perambahan Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa. “Sudah banyak saksi yang kita periksa,” terangnya.

Meski sudah memeriksa saksi, namun belum ada satu orangpun yang ditetapkan sebagai tersangka. “Sejauh ini belum ada tersangka, namun kita dalami ada virus apa dimakanan itu sehingga seratus orang lebih keracunan,” bebernya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Survelen dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dr Siska Hindayani mengatakan, peristiwa keracunan masal ini sudah masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sebab, korbannya bukan hanya satu orang melainkan ratusan. Tercatat ada 37 korban yang saat ini masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit. Baik rumah sakit di Bangkinang maupun di Pekanbaru.

“Kondisi korban masih dirawat inap, masih ditangani di rumah sakit di daerah Kampar dan Pekanbaru. Terpasang infus karena muntahan cairannya berkurang untuk mengembalikan keadaan utamanya,” sebutnya.

Siska menyebut bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan apa yang menyebabkan warga ini mengalami pusing, mual hingga diare. “Kita belum bisa langsung ambil kesimpulannya karena masih ada tahapan untuk investigasi dan memeriksa pasien ini,” tuturnya.

Ia berharap, agar masyarakat tak perlu merasa panik. Karena pihak Dinkes Riau sudah melakukan berbagai tindakan. Mulai deteksi dini dengan menurunkan tim ke lokasi untuk investigasi hingga pengecekan sampel makanan.

Source :

jawapos

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


five × 5 =