Pria-Pria Atletis Dipaksa Hidup di Hutan Riau

Sebanyak 13 pria berbadan atletis yang merupakan finalis Putera Indonesia 2017 dari berbagai provinsi diboyong ke Riau untuk hidup di sejumlah hutan. Harapannya, belasan lelaki itu menjadi duta lingkungan untuk mempromosikan keindahan alam Indonesia ke dunia internasional.

Menurut Ketua Panitia kegiatan, Ray, ada dua lokasi hutan yang menjadi tempat tinggal sementara belasan pria berbadan atletis itu, yakni Taman Nasional Tesso Nilo dan Suaka Margasatwa Rimbang Baling. Mereka mulai dilepaskan ke dua lokasi itu pada Selasa, 25 April 2017.

Selama beberapa hari, belasan finalis itu dibekali dengan perlengkapan seadanya. Mereka akan berkemah di tengah hutan dengan bimbingan kader lingkungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Balai TNTN.

“Supaya mereka menyatu dengan alam dan kelak mempromosikan keindahan lingkungan alam Indonesia ke dunia,” kata Ray di Kantor BBKSDA Riau, Jalan HR Soebrantas, Selasa pagi, 25 April 2017.

Ray menyebutkan, tiga besar Putera Indonesia 2017 nantinya dikirim ke sejumlah ajang internasional yang berhubungan dengan lingkungan. “Kemudian akan diutus juga ke ajang Men Of The Years 2017 yang akan dilaksanakan di Riau juga,” kata Ray.

Ke 13 finalis itu berasal dari DKI Jakarta, Riau, Banten, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat.

“Untuk Riau sendiri diwakili Ifnu Vikri. Ini merupakan ajang yang kedua, di mana ajang pertama sudah dilaksanakan pada tahun lalu,” kata Ray.

Kepala BBKSDA Mahfud menyambut baik kegiatan Putera Indonesia yang menonjolkan kelestarian lingkungan dan menjaganya sebagai warisan kelak bagi anak cucu di Indonesia.

“Yang rusak nantinya diperbaiki, dan yang ada dijaga dan dikembang lebih baik lagi. Mudah-mudahan finalis ini bisa mempromosikan dan mengajak masyarakat menjaga lingkungan lebih baik lagi,” tutur Mahfud.

Mahfud menjelaskan, kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling berlokasi di Kabupaten Kampar, tepatnya Kecamatan Kampar Kiri. Di sana terdapat kekayaan alam dengan keragaman hayati dan satwa yang belum dikenal banyak masyarakat.

“Di sana ada Sungai Subayang yang masih asri. Ini perlu dijaga dan mendapat perhatian semua pihak. Mudah-mudahan di sana para finalis ini bisa menyatu dengan alam,” kata Mahfud.

Sementara, Kepala Balai TNTN Riau Supartono menyebutkan pihaknya sudah menyiapkan beberapa lokasi di pedalaman hutan untuk para finalis ini berkemah. Kemah itu hanya berupa tenda seadanya, begitu juga dengan perlengkapannya.

“Biar lebih menyatu dengan alam makanya diberikan peralatan seadanya. Nanti di sana bergbung dengan kader lingkungan kita,” sebut Supartono.

Di TNTN, para lelaki atletis itu juga akan dikenalkan dengan gajah Sumatera, satwa endemik Pulau Sumatera. Di lokasi itu, ada pula Gajah Rimbani yang secara fisik sangat berbeda dengan gajah pada umumnya.

“Gajah ini bertubuh kecil. Nanti akan dikenal dengan para finalis ini, bagaimana konservasinya dan cara hidupnya,” kata Supartono.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


4 × five =