Sumsel mendorong perusahaan membentuk desa peduli api

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendorong perusahaan pengelola perkebunan sawit membentuk desa peduli api untuk pencegahaan kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Bidang Kelembagaan Usaha dan Penyuluhan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Rabu, mengatakan kepedulian perusahaan ini dibutuhkan karena dapat membantu pemerintah untuk pencegahan karhutla, sekaligus memperbaiki citra perkebunan kelapa sawit.

“Selama ini Dinas Perkebunan arah kebijakannya tidak menyangkut pencegahan karhutla, tapi karena terjadi kejadian hebat pada 2015 ikut terseret-terseret maka saat ini perusahaan perkebunan harus aktif,” kata dia.

Salah satunya, ia melanjutkan dengan membentuk desa peduli api di sekitar areal perkebunan. Melalui program desa peduli api ini masyarakat diberdayakan secara sosial dan ekonomi.

“Bukan hanya membuat pos siaga bencana karhutla, tapi perusahaan aktif membantu pemberdayaan ekonomi. Hal ini disadari karena penyebab kebakaran hutan dan lahan ini sebagain besar pengaruh ekonomi yakni adanya masyarakat yang masuk hutan,” kata dia.

Provinsi Sumsel sempat menarik perhatian dunia internasional pada 2015 karena terjadi kebakaran hutan dan lahan yang hebat dengan menghanguskan 736.563 hektare.

Pada 2016 Sumsel berhasil menekan karhutla hingga 99,87 persen jika dibandingkan 2015 karena menerapkan manajemen pendeteksian dini dan pengaruh iklim kemarau basah.

Pembentukan desa peduli api sudah digalakkan sejak 2016 dan sejauh ini sudah terbentuk di sekitar 100 desa dari target sebanyak 500 desa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


4 − 2 =