Fahri Hamzah Protes Densus 88 Masuk Kampus Unri

Foto: Istimewa

 

JAKARTA  –  Aksi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri geruduh Kampus Universitas Riau (Unri) diprotes habis Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Protes disampaikan melalui Fahri dalam akun Twitter-nya @Fahrihamzah, Sabtu (2/6/2018) malam pukul 19.40 WIB.

Fahri Hamzh memprotes polisi yang membawa senjata saat menggeledah terduga teroris di Unri di Pekanbaru. Menurutnya, senjata yang masuk ke kampus seperti kejadian pada zaman Orde Baru (Orba). Dia bahkan turut men-tag akun Twitter Presiden Joko Widodo @jokowi, yang menyebut Jokowi tidak pernah menjadi aktivis.

“Pak @jokowi, ini jangan dibiarkan, kalau senjata laras panjang sudah masuk kampus, kita telah kembali ke zaman batu! Mungkin bapak tidak pernah menjadi aktivis. Maka bapak biarkan kejadian ini. Ini perang dengan mahasiswa!” kata Fahri dalam akun Twitter-nya. Cuitan tersebut telah dicuitkan ulang sebanyak 423 kali dan disukai 503 orang. Kemudian Fahri kembali mencuit, yang menyinggung Jokowi tidak memiliki kemampuan memahami permasalahan bangsa.

“Ini sebenarnya soal diameter ukuran otak pemerintahan dan presidennya. Tidak lebih. Presiden @jokowi tidak punya kemampuan memahami kompleksitas Indonesia. Itu masalahnya. Dan otak mini sekarang jadi wabah. Menjalar ke mana-mana. #SaveKampus #SaveUNRI,” tulis Fahri seperti dilansir detik.com. Menurut dia, mimbar akademik telah dirusak oleh negara. Setiap cuitannya, Fahri memakai tagar #SaveKampus.

“Kalau musuh pak @jokowi dia akan dorong represi kepada kampus yang lebih ganas dari era orde baru seperti sekarang ini sehingga tak ada 1 pun kampus yang akan mau menerima presiden lagi. Bagus! Tapi Sadarkah bahwa negara sedang merusak mimbar akademik kita? #SaveKampus,” tulisnya lagi.

Fahri menambahkan, kampus, rumah sakit, dan parlemen merupakan tempat yang tidak boleh ada senjata. Menurutnya, tiap orang di kampus tidak boleh membawa senjata.”Kampus, parlemen, rumah sakit adalah di antara tempat yang harus bersih dari senjata. Apalagi senjata laras panjang. Siapa pun termasuk mahasiswa dan dosen dilarang membawa senjata mematikan. Karena ini tempat orang bicara tanpa ancaman kekerasan fisik. #SaveKampus,” dia menambahkan.

Source :

SH

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


5 × one =