30.000 Hektare Lahan Sawit di Riau Dapat Alokasi Dana Replanting, Tiap Hektar Dapat 25 Juta

Source: Internet

 

Pemerintah pusat secara nasional mengalokasi anggaran untuk peremajaan atau penanaman ulang (replanting) perkebunan sawit sebanyak 185.000 Hektare di tahun 2018. Dari jumlah total tersebut Provinsi Riau mendapatkan alokasi sebanyak 30.000 hektare.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengungkapkan, program peremajaan ini akan lebih difokuskan pada kebun milik masyarakat. Seperti di Pelalawan, Kuansing Rokan Hulu, Siak, Kampar dan Rokan Hilir.

“Alokasi dana peremajaan sawit ini berasal dari Cukai CPO yang selama ini hanya dipakai untuk energi baru terbarukan. Setiap kepala keluarga memperoleh dana hibah ini maksimal untuk empat hektare lahan, dengan jumlah pekhektar sebesar Rp.25 juta,” jelas Gubri beberapa waktu lalu.

Terkait data yang dimiliki pemprov Riau, luas kebun di Riau yang perlu mendapatkan peremajaan saat ini yakni seluas 97.000 hektare. Untuk alokasi peremajaan kebun sawit ini dikatakannya akan dimulai secara bertahap, dimulai pada Februari 2018 sebanyak 12.000 hektare di Kabuputaen Rokan hulu.

Kepala OJK Provinsi Riau mengatakan, sektor utama di Provinsi Riau adalah sawit. Ia menilai ini menjadi modal utama dalam rangka menopang pertumbuhan ekonomi Riau, mengingat begitu banyak maayarakat yang bekerja di sektor sawit, termasuk investasi yang dikucurkan.

Dari informasi yang diperoleh pihak OJK, terdapat 30.000 hekatare lahan sawit yang mendapat alokasi anggaran untuk peremajaan dari 100.000 hektare yang perlu diremajakan.

“Tidak lama lagi lah saya rasa (realisasi, red), karena itu karena memang udah program pemerintah pusat,” jelas Yusri, Kepada Tribun, Senin (29/1/2018).

Yusri menilai, dengan adanya alokasi anggaran untuk 30.000 hektare lahan sawit di Riau, ini menjadi peluang bagi pihak perbankan, terutama Bank Riau Kepri sebagai salah satu perusahaan milik Daerah.

“Bagi perbankan lain pun terbuka lebar. Tinggal hanya kemauan dan kesiapan dari Bank. Karena sekarang kan ada juga namanya KUR khusus yang bisa disalurkan melalui intinya, untuk kegiatan yang replanting, sektor perikanan, pertanian dan beberapa sektor lain,” ujarnya.

Bank Riau Kepri jelas Yusri, selama tahun 2017 kemarin juga telah dipercaya pemerintah Provinsi Riau dalam mengalokasikan anggran peremajaan sawit. Jumlah alokasi tahun lalu itu sebanyak Rp.300 miliar, dan kemungkinan akan naik 10 persen pada tahun 2018 ini.

“Alokasi ini digunakan untuk dua sektor, satu itu sektor pertanian dan termasuk kedua sektor perikanan,” sebutnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


two × 4 =