30 Ribu Hektar Sawit Rakyat di Riau Ditargetkan Gubernur Peremajaan Tahun ini

Source: Internet

 

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menaruh perhatian besar terhadap program peremajaan kelapa sawit rakyat di Bumi Lancang Kuning pada 2018 ini. Targetnya secara bertahap akan ada 30.000 ribu hektare yang diremajakan pada tahun ini.

“Ini target kita. Sudah diseleraskan dengan pemerintah pusat dan sejumlah instansi lainnya,” ujar Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman Jumat (19/1).

Untuk mewujudkan hal tersebut, gubernur melaksanakan rapat persiapan peremajaan sawit rakyat di Riau di Kementerian Perekonomian di Jakarta, Jum’at, (19/1/2018). Rapat yang langsung dipimpin Menteri Kordinator Perekonomian Darmin Nasution juga diikuti oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN Sofyan Djalil, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang, Dirjen Planologi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sigit Hardwinarto.

Selain itu, rapat ini dihadiri oleh Direktur Penghimpunan Dana pada Badan Pengelola Dana Peremajaan Kelapa Sawit, Herdrajad dan Dirjen Bina Pembangunan Daerah pada Kementerian Dalam Negeri.

Dalam rapat tersebut Menko Perekonomian Darmin Nasution program peremajaan sawit rakyat ini filosofinya memudahkan hidup masyarakat bukan malah sebaliknya.

“Makanya saya kumpulkan di sini agar program yang menjadi perhatian dari presiden ini bisa berjalan lancar,” ujar Darmin.

Sementara Kabid Perkebunan Dinas Perkebunan Tanaman Pangan Provinsi Riau Vera Virginia saat dihubungi Tribun menyebutkan tahun ini Riau mendapatkan jatah 30 ribu hektar untuk replanting sawit dari pusat.

“Nanti untuk di Riau akan dilaunching pak Presiden rencananya 11 Februari mendatang di Rokan Hulu dimana ada 12 ribu hektar dari 30 ribu hektar di Riau berada di Rohul, “ujar Vera Virginia.

Menurut Vera anggaran untuk peremajaan kelapa sawit ini sendiri merupakan dana dari cukai CPO. Dimana selama ini dana Ekspor CPO langsung ke rekening Menteri Keuangan.

“Disana ada sudah dibentuk Badan Pengelolaan Dana Perkebunan yang baru dibentuk itu baru kelapa sawit. Maksud pak Presiden Jokowi anggaran itu sekarang bagaimana agar dikembalikan dana itu ke masyarakat, “jelas Vera.

Karena selama ini anggaran tersebut hanya dipakai untuk mencari energi baru dan terbarukan, baru dua tahun ini diberikan langsung ke masyarakat berupa Hibah termasuk replanting.

“Kemudian pembinaan pendampingan misalnya mengenai pemilihan bibit ada yang sembarangan bibit selama ini dan anggaran inilah bisa dipakai juga untuk perkebunan kelapa sawit tidak produktif, “ujar Vera.

Vera menambahkan anggarannya sangat besar di Kementerian Keuangan sehingga targetnya juga sangat besar, dimana target seluruh Indonesia tahun lalu saja 20 ribu hektar. Kemudian tahun ini 185 ribu di Indonesia dan 30 ribu di Riau.

“Riau termasuk dapat yang besar, karena luas kebun sawit juga besar, “ujarnya.

Menurut Vera bantuan ini difokuskan kepada masyarakat bukan perusahaan dan menurutnya tidak sulit untuk dapatkan bantuan itu, hanya saja nanti akan dilakukan pendampingan dari Kabupaten.

“Persyaratan diverifikasi Pemerintah daerah dan pusat hanya juru bayar. Ini untuk masyarakat dan hanya bisa empat hektar per KK, “jelas Vera.

“Dan bisa juga diajukan perkelompok minimal 50 hektar meskipun tidak satu hamparan namun bisa berjalan namun tidak lebih 10 Kilo. Minimal 25 orang satu kelompok. Untuk teknis di lapangan teman teman Dinas Perkebunan di Kabupaten Kota yang akan melakukan sosialisasi, “ujar Vera.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


9 − 8 =