Apersi Minta Pemerintah Kabupaten di Riau Beri Kemudahan Perizinan

Source: Internet

 

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Indonesia (Apersi) kubu berseberangan Junadi Abdillah di Riau minta pemerintah kabupaten di Riau beri kemudahan dalam pengurusan izin dan retribusi pembangunan rumah subsidi.

Ketua Apersi Riau kubu sebrang Junaidi Abdillah, Yulekson, Kamis (8/2) mengatakan selama ini di Riau baru Kota Pekanbaru yang terus menjaga komitmen memberi kemudahan dalam pengurusan izin dan retribusi pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Riau.

Ia mengatakan selurub daerah kabupaten dan satu kota di pesisir Provinsi Riau masih dirasa menyulitkan bagi pengembangan mengurus izin pembangunan rumah MBR hingga saat ini.

Dikatakan kesulitan yang dirasakan pengembang saat ini ada pada lamanya waktu yang dibutuhkan dalam mengurus izin dan besarnya biaya retribusi.

Akibat hal ini pembangunan rumah MBR di Riau oleh pengembang menjadi lambat progresnya.

Ia mengatakan untuk idealnya proses pengurusan izin ini hanya perlu waktu 100 hari minimal. Namun saat ini sejumlah pengembang yang tergabung dalam Apersi ada yang merasakan pengurusan izin tersebut memakan waktu hingga bertahun-tahun.

Yulekson mengatakan saat ini pengembang yang tergabung di Apersi terus berupaya mengejar target pembangunan rumah MBR yang jadi program presiden Jokowi.

Kita tentunya berharap ini ada dukungan dari jajaran stakeholder di daerah.

“Jika tiada dukungan tentunya kami juga akan kesulitan untuk memenuhi target yang diembankan,” katanya.

Yulekson mengatakan di tahun 2018, Apersi Riau ditargetkan mampu membangun 9000 rumah subsidi.

“Kita yakin target ini bisa dicapai oleh 75 perusahaan yang aktif di Apersi saat ini dari total anggota 106 perusahaan,” katanya.

Ia mengatakan 60 dari 75 pengembang ini sudah teregistrasi di kementrian. Syarat teregistrasi ini menjadi poin penting bagi pengembang bisa menggarap proyek pembangunan rumah subsidi tersebut.

Terkait progres pembangunan rumah subsidi ini pada awal tahun di Provinsi Riau, Yulekson mengatakan pada awal tahun ini pembangunan rumah MBR telah mulai dilakukan namun intensitas belum begitu tinggi.

“Banyak pengembang awal tahun ini masih menyesuaikan dengan peraturan baru yang dikeluarkan,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


eighteen − 15 =