Baru Sekedar Petakan Persoalan Revitalisasi TNTN Tunggu Kebijakan Pemerintah Pusat

Source: Internet

 

September tahun 2017 lalu menjadi akhir kerja tim Revitalisasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Sela satu tahun tim bekerja, hingga kini, pasca tiga bulan lebih tim yang diangkat berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Nomor 4271/Menlhk-Setjen/Rokum/HPL.1/9/2016 tidak memberikan hasil.

Dalam SK tersebut setidaknya ada lima tugas yang dijalankan tim.

Di antaranya proses hukum terhadap para perambah yang mengubah kawasan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Sampai saat ini tugas tersebut tak kunjung terlihat realisasinya.

Terhadap hal ini, Plt Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA ) Riau, Hariyono kepada Tribun mengaku tim Revitalisasi tidak ditugaskan untuk bertindak, melainkan sebagai persiapan bagi tim berikutnya yang akan dibentuk KLHK.

“Besok namanya Tim Implementasi, tim inilah yang akan bekerja,” sebutnya.

Ia beralasan jika tim Revitalisasi baru sekedar memetakan persoalan untuk disusun upaya penangganan persoalan.

Jalan keluar atas perambahan kawasan TNTN menurutnya juga menjadi contoh untuk diterapkan di daerah lain, seperti Papua dan Kalimantan.

Pembahasan hasil kerja tim revitalisasi TNTN dibahas lebih lanjut di Kementerian KLHK.

Hariyoni mengatakan jika hasil kerja tim nantinya akan diterapkan di seluruh daerah lainnya yang memiliki persoalan sama dengan TNTN, seperti di Papua dan Kalimantan.

“Saya pikir kebijakan ini bisa tidak dilaksanakan di Papua, Kalimantan. Ini yang perlu kita lakukan. Agar kebijakan tidak kontra produktif di Papua, Kalimantan, ini makanya pimpinan lagi menggodok,” sebutnya.

Sementara, luas hutan alam di kawasan Tesso Nilo, Riau, tinggal tersisa 23 ribu hektare.

Luasan lahan ini terus berkurang seiring ativitas perambahan dan alih fungsi menjadi perkebunan.

Tahun 2014 pemerintah menetapkan luas lahan taman nasional harus 81.791 hektare.

Dari lahan tersisa 23 ribu hektare, 20 ribu hektare di antaranya sudah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

TNTN sendiri berada di tiga kabupaten, Pelalawan, Kampar, dan Indragiri Hulu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


twenty − 2 =