Begini Lika-liku Illegal Logging Hutan Suaka Rimbang Baling Riau

Source: Internet

 

Pembalakan liar saat ini terjadi di kawasan hutan suaka margasatwa (SM) Rimbang Baling di Kampar, Riau. Hasil penjarahan liar ini sebagian dibawa ke Medan, Sumatera Utara.

“Pembalakan liar di kawasan konservasi harimau Sumatera itu sudah lama terjadi. Kita sangat prihatin atas pembalakan liar yang terus-menerus tanpa ada hambatan dari pihak terkait,” kata Koordinator LSM lingkungan Riau Madani, Surya Darma Hasibuan, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (28/12/2017).

Surya menyebutkan kawasan konservasi harimau itu ditetapkan sebagai SM Rimbang Bali sejak 1982 berdasarkan SK Gubernur Riau No 149/V/1982 pada Juni 1982 dengan luas 136 ribu hektare.

Kondisi saat ini, kata Surya, pembalakan liar kini semakin terang-terangan. Sebab, di kawasan resapan air itu kini banyak sawmill (penggergajian kayu) yang berdiri secara liar. Sawmill itu dengan bebasnya menampung kayu-kayu hasil jarahan tersebut.

“Kayu tersebut dijadikan bahan setengah jadi. Selanjutnya kayu tersebut dibawa ke Medan, Sumatera Utara,” kata Surya.

Lantas bagaimana bisa kayu tersebut lolos dalam perjalanannya? Menurut Surya, untuk meloloskan kayu tersebut, dibutuhkan mafia dokumen yang didapat dari Sumbar.

“Jadi permainannya, dokumen didapat dari Sumbar, namun kayunya berasal dari Riau. Di sinilah permainan dokumen tersebut,” kata Surya.

Kayu yang berasal dari SM Rimbang Baling, lanjut Surya, setelah menjadi bahan setengah jadi, dikumpulkan di Desa Muara Lembu. Setelah terkumpul banyak, selanjutnya diangkut dengan truk.

“Pembalakan liar ini sudah sangat terang-terangan. Namun tidak ada satu aparat pun yang bisa menghentikan aktivitas illegal logging tersebut,” kata Surya.

Source :

Detik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


5 × 5 =