Blusukan ke Pasar, Pedagang Curhat ke Cagub Riau Andi Rachman

Foto: RiauSatu.Com

 

Cagub Riau, Arsyadjuliandi ‘Andi’ Rachman melakukan kampanye blusukan ke tiga pasar besar di Pekanbaru. Kehadiran Andi menjadi tempat curhat para pedagang.

Gubernur Riau petahana memilih lokasi kampanyenya, Sabtu (10/3/2018), dengan mengunjungi tiga lokasi pasar tua di Pekanbaru. Lokasi pertama Pasar Cik Puan di Jl Tuanku Tambusai, kedua Pasar Kodim di Jl Ahmad Yani dan ketiga Pasar Pusat di Jl Sudirman.

Kehadiran Cagub Andi Rachman berpasangan dengan Suyatno (AYO) ini menjadi ajang curhatan para pedagang. Pedagang gelisah, karena pembangunan pasar pasca beberapa kali terjadi kebakaran belum bisa terselesaikan pihak Pemkot Pekanbaru.

Menanggapi hal itu, Andi berjanji akan menuntaskan pembangunan Pasar Cik Puan. Sempat ada kendala pelaksanaan pembangunan pasar Cik Puan sesuai MoU awal antara pedagang dengan eks-Wali Kota Pekanbaru, Herman Abdullah.

“Intinya kita ingin pasar ini milik pedagang. Biarkan Pemprov Riau menyelesaikan pembangunan dan menyerahkan kepada pedagang. Kita tak ingin bangunan dan pengelolaannya oleh pihak ketiga, itu nantinya justru memberatkan pedagang,” kata Andi.

Hal yang sama juga dijanjikan Andi Rachman berkunjung di kawasan Pasar Pusat. Bangunan pasar yang berada di tengah jantung kota Pekanbaru ini, sudah dua tahun tak berfungsi pascaterbakar. Para pedagang akhirnya membuka lapak atau kios darurat di tepi badan jalan dan di pelataran pasar Sukaramai itu.

Bertahun lamanya, tak ada solusi yang diberikan Pemkot Pekanbaru. Belum ada tanda-tanda pasar itu akan dibangun dengan gedung yang baru usai terbakar. Kondisi ini tentunya dikeluhkan para pedagang.

“Aneh saja, pembangunan akan dilanjutkan, tapi kami disuruh bayar kembali cicilan kios yang baru. Ini tentu memberatkan kami,” kata Ujang Jambak (43) salah seorang pedagang.

Para pedagang ini merasa diterlantarkan pihak Pemkot Pekanbaru. Belum ada tanda-tanda rencana pembangunan ulang setelah pasar terbakar.

“Mau sampai kapan kami berjualan di kios darurat ini. Omzet kami juga berkurang sejak kami berjualan di kios darurat, karena masyarakat juga malas datang ke lokasi yang tak nyaman ini, ” kata Usman pedagang lainnya.

Menanggapi hal itu, Cagub Nomor 4 dukungan Golkar dan PDI Perjuangan itu mencoba akan memediasi atas persoalan tersebut.

“Kita akan mencoba mencarikan solusinya. Yang jelas kita berpihak kepada pedagang, dan tentunya tidak merugikan pengembang juga,” kata Andi.

Source :

Detik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


3 × four =