BPS Riau Kembali Survei Biaya Hidup

Source: Internet

 

Setelah tertunda satu tahun, akhirnya kini Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau kembali menggelar survei biaya hidup yang dilakukan di ibukota Provinsi Riau serta dua kabupaten dan kota.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Riau, Siti Mardiyah, belum lama ini. Siti Mardiyah mengatakan, survei biaya hidup 2018 dilakukan melihat pengeluaran konsumsi rumah tangga di daerah perkotaan (urban area). Ini untuk mendapatkan pola konsumsi masyarakat sebagai bahan penyusunan diagram timbang dan paket komoditas yang baru dalam perhitungan indeks harga konsumen (IHK).

Siti manambahkan, untuk pelaksanan SBH 2018 ini diselenggarakan di 90 kota, yang terdiri dari 34 ibukota Provinsi, 56 kabupaten/kota se-Indonesia dengan sampel sebanyak 14.160 Blok Sensus dan total sampel rumah tangga sebanyak 141.600 dan akan direkap setiap bulannya.

“Untuk tahun ini, sensus dilakukan langsung oleh tiga BPS kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau, yaitu BPS Kota Pekanbaru, BPS Kabupaten Indragiri Hilir serta BPS Kota Dumai dengan jumlah petugas sensusnya langsun ditangani oleh masing-masing BPS,” tuturnya.

Ditambahakan Siti Mardiyah, dengan data yang terdapat di atas survei yang dapat dilakukan sampel setiap triwulannya berkisar 3540 Blok Sensus dan dengan total sampel rumah tangga sebesar 35.400.

Untuk total biaya hidup yang diperoleh dari data survei biaya hidup 2012 lalu ada sekitar Rp3.822,370,64 untuk Kabupaten Indragiri Hilir, Rp5.808,376,48 untuk Kota Pekanbaru serta Rp 5.174,105,95 untuk Kota Dumai. Ini dihitung dari rata-rata nilai konsumsi per rumah tangga per bulannya, dengan subjek survei dari berbagai macam jenis kebutuhan seperti bahan makanan, perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi, olehraga, transportasi, dan makanan jadi yang terdiri dari rokok, minuman, dan tembakau.

“Ini yang memang perlu dilakukan survei kembali, karena saat ini gaya hidup masyarakat perkotaan sudah terlihat berbeda dengan semakin berkembangnya informasi dan teknologi, agar dapat mengetahui berapa nilai inflasi yang dihasilkan dari lifestyle masayarakat perkotaan,” tambahnya.

Source :

Riau Pos

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


twenty − eleven =