BRG Lanjutkan Restorasi Gambut Riau di Kepulauan Meranti

Foto: Pantau Gambut

 

Kepala Badan restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead melakukan kunjungan lapangan ke Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau selama dua hari, Rabu 14 Maret dan Kamis 15 Maret 2018.

Dalam kunjungan ini, BRG akan melakukan tugas pokoknya, yakni 3R, Rewetting, Revegetasi, dan Revitalisasi.

Rewetting adalah pembasahan kembali gambut yang sudah mengering akibat turunnya muka air gambut, pengerjaannya sendiri dilakukan dengan pembuatan sekat kanal, penimbunan kanal yang terbuka, dan pembangunan sumur bor.

“Sekat kanal bertujuan untuk menaikkan daya simpan (retensi) air pada badan kanal dan sekitarnya untuk mencegah penurunan permukaan air di lahan gambut sehingga lahan gambut di sekitarnya tetap basah dan sulit terbakar,” jelas Nazir Foead.

Sementara itu, penimbunan kanal dilakukan untuk meningkatkan sedimentasi dan pendangkalan badan kanal dengan tujuan agar daya kuras airnya dapat dikurangi dan muka air di badan kanal dapat dipertahankan

“Sumur bor bertujuan untuk mengatasi kelangkaan sumber air permukaan yang umumnya terjadi pada musim kemarau, diperlukan waktu sangat lama untuk menaikkan tinggi muka air. Karena itu, lahan-lahan gambut yang sudah mendapat pembasahan perlu terus dijaga. Jika tidak maka potensi kebakaran dapat saja terjadi,” tambah Nazir Foead.

Setelah melakukan Rewetting, pendekatan berikutnya adalah revegetasi, yakni upaya pemulihan tutupan lahan pada ekosistem gambut melalui penanaman jenis tanaman asli pada fungsi lindung atau dengan jenis tanaman lain yang adaptif terhadap lahan basah dan memiliki nilai ekonomi pada fungsi budidaya.

“Tanaman ini juga berfungsi sebagai tajuk pelindung gambut untuk meminimalkan penurunan muka air saat kemarau,” pungkasnya.

Adapun program revitalisasi sumber-sumber mata pencaharian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di dalam dan sekitar areal restorasi gambut melalui budidaya yang cocok di lahan gambut.

Seperti yang diketahui, Provinsi Riau merupakan salah satu dari tujuh provinsi yang menjadi sasaran restorasi gambut yang dikoordinasikan dan difasilitasi oleh BRG. Provinsi lainnya adalah Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.

Pada tahun ini, BRG melakukan kegiatan restorasi di Riau bersama kelompok masyarakat melalui pembangunan infrastruktur pembasahan gambut (PIPG) sumur bor di 8 desa dengan jumlah total 400 unit dan sekat kanal di 24 desa dengan jumlah total 309 unit.

Selain itu, BRG juga melakukan kegiatan revitalisasi ekonomi masyarakat di 22 desa. Revitalisasi itu berupa budidaya nanas gambut, pengolahan pasca panen nanas, semangka, peternakan sapi, kambing, perikanan air tawar, budidaya lebah kelulut, tanaman karet, kelapa, kopi gambut, jahe, dan sagu.

Dalam melaksanakan program di tingkat tapak bersama masyarakat, BRG menyelenggarakan Program Desa Peduli Gambut (DPG) menggunakan pendekatan pembangunan desa berbasis lanskap ekosistem gambut.

“DPG dijalankan pada desa/kelurahan di dalam Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) yang menjadi prioritas lokasi restorasi gambut,” sebut Nazir Foead.

Program DPG ini meliputi 11 desa yang kegiatannya berupa pembentukan mini demplot pengelolaan gambut yang dilakukan oleh 11 kelompok masyarakat.

“Mini demplot yang dikembangkan mencakup tanaman kayu hutan, kayu jeluntung, kayu meranti, balam, mahang, matoa, pinang, nanas, kayu alam, kayu selumo, palawija, rambutan, jagung, jeruk nipis, jeruk purut, labu madu, lebah kelulut, kopi jenis liberica, dan kelapa hibrida,” urainya.

Khusus di Kabupaten Kepulauan Meranti, selama 2017 BRG melakukan restorasi di KHG Pulau Tebing Tinggi dan KHG Pulau Padang. Di KHG Pulau Tebing Tinggi telah dibangun 34 unit sekat kanal, sedangkan di KHG Pulau Padang 38 unit sekat kanal. Pembangunan sekat kanal itu dilakukan oleh sejumlah kelompok masyarakat (pokmas) yang difasilitasi oleh BRG.

Untuk rencana restorasi tahun 2018 di Kabupaten Kepulauan Meranti, BRG akan memfasilitasi pembangunan 26 unit sekat kanal, 26 sumur bor, dan revitalisasi 2 paket di KHG Pulau Padang. Adapun di KHG Pulau Tebing Tinggi akan dibangun 82 unit sekat kanal, 8 unit sumur bor, 50 ha revegetasi, dan revitalisasi 2 paket.

Source :

Riau Online

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


three × two =