Digeser, Pelajar dan Mahasiswa Bukan Lagi Pelanggar Lalu Lintas Tertinggi di Riau

Foto: m.situsriau.com

 

Kalangan pelajar dan mahasiswa di Riau tidak lagi menjadi pelaku pelanggar lalu lintas teratas.

Posisinya juatru digantikan oleh kalangan pegawai swasta atau karyawan swasta.

Peringkat pelaku pelanggar lalu lintas berdaaarkan pekerjaannya ini diranking oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Riausepanjang gelaran Operasi Keselamatan Muara Takus digelar pada 5 hingga 25 Maret lalu.

Data ini sedikit menggeser pemahaman berlalu lintas yang baik sesuai aturan yang biasanya paling sering dilakukan oleh kelompok Pelajar atau mahasiswa, kini justru beralih ke karyawan swasta.

Pola seperti ini umumnya masih sering terjadi di kota besar, pelaku pelanggar lalu lintas biaaanya didominasi mahasiswa atau pun pelajar.

“Yang tidak mengerti rata-rata (melakukan pelanggaran) mahasiswa pelajar. Nah ini yang mendapat rangking pertama justru karyawan swasta. Biasanya di kota berlembang, itu pelanggar dominan biasanya kalangan mahasiwa/pelajar,” ungkap Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Pol Rudy Safiruddin pada tribunpekanbaru.com.

Sebanyak 34 pelanggaran tercatat dilakukan oleh kelompok Karyawan swasta.

Jumlah ini naik jika dibandingkan operasi yang sama tahun lalu mencapai 22 pelaku pelanggaran.

Berada di posisi kedua yang paling banyak melakukan pelanggaran lalu lintas tahun ini dari kalangan mahasiswa/pelajar dengan jumlah pelanggar 15 orang, dan posiai ketiga ditempati oleh pengemudi, atau sopir yang hanya tercatat satu kali melalukan pelanggaran.

Sementara iru, Operasi Keselamatan Muara Takus merupakan bentuk operasi kemanusiaan, sehingga tidak boleh dilakukan tindakkan penilangan.

“Operasi kemanusiaan itu ada beberapa jenis, ops hari besar agama, dan ops Tahun Baru. Dan ke depan Ops patuh atau zebra.

“Budaya kita budaya simpati, melakukan peneguran tidak melakukan lagi tilang,” tegasnya

Pelanggar diberikan pengertian dan pemahaman terkait keaalahan yang mereka lalukan, jika sudah mengerti maka akan kembali melanjutkan perjalanannya.

Opsi ini tidak berlaku bagi pelanggar lalu lintas dengan jenia pelanggaran yang berat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


eighteen − 13 =