Gubernur Serius Wujudkan Riau Terang

Source: Internet

 

Target Pemerintah Provinsi Riau untuk mengalirkan listrik ke seluruh desa se Provinsi Riau mulai diwujudkan pada tahun 2017 silam. Dan ditargetkan pada tahun 2019 mendatang tidak ada lagi desa yang tidak di aliri listrik.

Pada hari ulang tahun Riau ke 60, yang diperingati pada tanggal 9 Agustus lalu. Pemprov Riau melaunching, “Riau Terang”, dimana secara simbolis dilakukan peresmian jaringan listrik yang dibangun oleh Pemprov Riau, melalui Program Riau Terang, di 17 listrik pedesaan, pada 6 Kabupaten di Riau.

Ke 17 listrik pedesaan pada 6 kabupaten, yang telah dialiri listrik 100 persen diantaranya, Kepenuhan Raya, Kabupaten Rokanchulu, Kepenuhan Baru, kabupaten Rohul, Kepenuhan Makmur, kabupaten Rohul. Kepenuhan Sejati, Kabupaten Rokan Hulu, Kepulaun sungai Median Kabupaten Rohul, Sungai Kuti Kabupaten Rohul, Rimba Jaya, Kabupaten Rohul.

Desa Rantau Kasih, Kabupaten Kampar, Kuala Lala Kabupaten Indragiri Hulu, Tanjung Danau, Kabupaten Indragiri Hulu, Deaa Tanjung Pauh, Kabupaten Kuansing, Pematang Damar, Kabupaten Rokan Hilir, Kasang Bangsawan Kabupaten Rohil.cDesa Batu Gajah Kabupaten  Kampar, Kepayang Kabupaten Rohul, desa Simpang Jaya Kabupaten Inhil, Pasir Morong, Kabupaten Inhu.

Selain 17 Desa Pemprov Riau melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga mengaliri listrik di dua destinasi wisata, yakni, di Pantai Solop, Pulau Cawan, Kabupaten Inhil, PLTS 30 Kwp. Dan di kawasan wisata Candi Muara Takus dengan jaringan PLN.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan, Pemerintah Provinsi Riau tetap berkomitmen memenuhi target listrik masuk desa mencapai 100 persen. Di setiap tahun harusa ada peningkatan, di seluruh Kabupaten Kota.

“Kebutuhan listrik masuk desa di Riau memang sesuai dengan yang kita harapkan, di setiap tahunnya ada peningkatan. Di tahun depan kita mengharapkan listrik di setiap desa sudah ada di Riau,” kata Gubri.

Dijelaskan Gubri, dengan telah dialirinya listrik di seluruh desa yang ada di Riau, akan mendorong sektor-sektor yang ada di desa. Sebagai contoh semakin meningkatnya, pembangunan ekonomi, pendidikan, dan keagamaan.

“Selain itu juga dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, agar anak-anak kita punya kualitas yang bagus, tentu membutuhkan listrik. Apalagi sekarang dalam menggunakan IT, yang sudah masuk kemana-mana di dunia ini, itu anak-anak kita dan masyarakat tentu untuk memenuhi perlu sarana listrik,” ungkapnya.

Ditegaskan Gubri, Pemprov Riau tidak hanya mencari listrik hanya masuk ke satu Desa, kemudian hanya menyala di satu tempat. Namun listrik tersebut harus menyala dan tersebar ke seluruh rumah dan fasilitas desa lainnya.

“Jadi kita cari bukan hanya listrik masuk ke desa nyala, kita ingin penyebarannya keseluruh desa tersebut. Kita tidak mau liatrik itu hanya masuk ke tempat Kepala Desa, sudah diklaim masuk desa. Padahal masyarakat belum merasakan. Harus di distribusikan di desa-desa,” tutup Gubri.

Gubernur juga mengharapkan dukungan semua pihak untuk menuntaskan program penerangan desa yang secara keseluruhan terdapat ada 400-an desa di Riau yang juga belum mendapatkan penerangan listrik di Riau.

“Dan ini juga sudah menjadi komitmen PLN menuntaskan masalah penerangan di Riau. Ada sekitar 400-an lebih desa secara bertahap, 2019 kita harap sudah teralirkan,” terang Andi.

Kepada seluruh pemerintah kabupaten kota di Riau, Gubernur juga meminta untuk mendukung soal proyek PLN ini. baik itu pembangunan jaringan transmisi maupun Gardu Induknya.

Karena masalah Listrik sendiri masuk dalam bagian dari proyek strategis nasional. Andi menyatakan, dirinya akan membicarakan juga dalam pertemuan terbatas bersama pihak Presiden mendatang.

“Termasuk soal  RTRW yang dianggap masih menjadi kendala selama ini. Kita dorong kita doakanlah. Pemerintah kabupaten/kota kita harap ini kita tuntaskanlah. Jadi terus kita doronglah,” ujar Andi.

Memang diakui Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau Indra Agus Lukman saat ini ada rencana pembangunan tol listrik di Pulau Sumatra yang nantinya akan memenuhi kebutuhan listrik di Sumatra. Namun sampai saat ini belum terealisasi sepenuhnya karena berbagai kendala tersebut.

Sedangkan kekuatan daya yang ada saat ini masih dianggap belum cukup, untuk Sumatra yang disalurkan melalui interkoneksi Sumatra.

Maka sebagai solusi untuk menerangi daerah – daerah yang belum terjangkau PLN tersebut, menurut Indra, Pemerintah Provinsi Riau sangat serius dalam menciptakan target Riau terang 2019 mendatang.

“Insa Allah 2019 Riau terang akan terwujud, dan kami di ESDM atas arahan pak Gubernur Riau akan mewujudkan itu, “ujarnya.

Adapun program untuk menciptakan Riau terang tersebut menurut Indra Agus, ada beberapa program yang merupakan perpaduan kegiatan Pusat dan Provinsi Riau. Diantaranya pembangunan genset beserta jaringan yang sudah dimulai sejak tahun 2011 dan sudah menerangi ribuan KK.

Kemudian program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat khusus daerah yang Jangkauan PLN tidak masuk, saat ini sudah ada 7 PLTS Terpusat berdiri dan menerangi masyarakat terutama di Inhil.

Kemudian program Solar Home System (SHS), juga menggunakan tenaga surya dengan memberikan alat kepada masyarakat sebagai penerangan di rumahnya, sudah ada juga ribuan KK mendapatkan kegiatan tersebut dan memanfaatkan.

Selanjutnya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) juga membantu masyarakat mendapatkan penerangan. Sedangkan untuk kegiatan yang akan dijalankan dalam waktu mendatang Linmar (Listrik Mandiri Rakyat) dimana menciptakan energi baru dan terbarukan.

“PLN juga memang memiliki target setiap tahunnya membangun pembangkit listrik atau menerangi Desa, seperti tahun 2017 itu mereka membangun beberapa Desa, “ujar Indra.

Maka untuk sisanya, Pemerintah Provinsi bersama PLN saling bekerja bersama membangun kelistrikan di Riau tahun 2018 dan 2019, karena target sendiri 2019 Riau terang sudah terwujud.

“Insa Allah kita optimis bisa menciptakan Riau terang benderang pada tahun 2019, makanya kami juga mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat untuk proses pembangunan, “ujarnya.

Indra juga bersyukur karena anggaran untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas ESDM meningkat tajam, dari tahun sebelumnya meningkat Rp17 Miliar  sekarang menjadi Rp34 Miliar.

“Ini juga menjadi amunisi bagi kita untuk terus membangun kelistrikan di Riau, “jelasnya.

Tidak hanya itu, kedepan juga lanjut Indra, inovasi tentang kelistrikan juga akan diciptakan untuk memudahkan dan menerangi masyarakat, misalnya akan dialihkan dari penggunaan mesin Genset ke tenaga Surya.

“Kenapa Beralih dari genset ke surya karena lebih mudah dan bisa dengan mudah perawatannya juga, dan pihak Desa juga bisa gunakan Dana Desa untuk perawatan PLTS terpusat itu nantinya, kalau genset kan butuh bahan bakar, “ujarnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


19 − four =