Hotman Paris Siap Lindungi Satwa Langka

Foto: Duta.co

 

Kasus pembunuhan satwa dilindungi di Indragiri Hilir, Riau turut menyita perhatian Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang itu mengaku sangat sedih melihat kejadian tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan pelaku adalah aksi biadab yang tidak bisa diterima akal sehat.

“Pembunuhan binatang langka di Riau, Orang Hutan (beruang madu, Red) dibunuh empat orang biadab, dagingnya dimakan. Sangat-sangat tidak diterima akal sehat,” kata Hotman Paris lewat video yang baru saja diunggahnya ke akun media sosial Instagram @hotmanparisofficial.

“Saya sedih karena teringat anjing saya bernama Bobo, yang sangat setia. Anjing itu, binatang itu punya hati, kadang jauh lebih bagus. Kita pulang kerja disambut, kita nonton tv ditemani,” lanjutnya.

Karena keprihatinannya kepada satwa, Hotman Paris pun menyebut siap membela organisasi penyayang binatang bila ada kasus. Dia berjanji akan menjadi pengacara dan memberi bantuan hukum kepada organisasi penyayang binatang tanpa dibayar.

“Saya Hotman Paris akan membantu semua organisasi penyayang binatang. Saya Hotman Paris mulai sekarang aktif membantu organisasi penyayang binatang. Saya bersedia sebagai pengacaranya tanpa dibayar,” lanjut pria berusia 58 tahun tersebut.

Seperti diketahui, Satuan Reserse Kriminal Polres Indragiri Hilir (Inhil), tim Gakkum wilayah Sumatera, dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau baru saja membongkar kasus perburuan dan pembunuhan satwa liar. Tim gabungan itu menyita beberapa barang bukti dugaan hasil perburuan satwa liar, di antaranya organ tubuh beruang madu dan senapan angin.

Barang bukti tersebut disita dari empat pelaku berinisial JPD, 39; GS, 34; JS, 51; FBB, 33. Mereka diduga telah menjerat dan menguliti empat ekor beruang madu.

“Ada beberapa barang bukti yang kita sita dari para pelaku, di antaranya organ tubuh beruang dan senapan angin yang digunakan pelaku untuk membunuh hewan itu,” kata Kapolres Inhil, AKBP Cristian Rony kepada JawaPos.com, Selasa (3/4) pagi.

Lebih lanjut Cristian merincikan, barang bukti berupa sebuah karung ukuran sedang yang berisi organ tubuh beruang disita dari pelaku GS. Sedangkan dua karung kecil berisi organ tubuh beruang dari JS.

Kemudian alat jerat yang digunakan untuk menjerat beruang dari pelaku JPD, sebuah plastik kecil organ tubuh beruang yang disita dari pelaku FBB, sebilah pisau untuk memotong beruang dari pelaku GS, dan sepucuk senapan angin yang digunakan untuk menembak beruang dari pelaku GS.

Source :

Jawa Pos

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


9 − 6 =