Hutan Riau terus Terkikis, Anak Muda Peduli Hutan Bergabung dalam LH Riau

Source: Internet

 

Hutan Riau hingga saat ini masih terkikis untuk kepentingan perkebunan. Atas kondisi ini, anak muda peduli dan cinta hutan Riau bergabung dalam sebuah wadah bernama LH Riau.

Saat ini LH Riau beranggotakan 81 orang anak muda yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Riau.

LH Riau didirikan pada tanggal 1 Januari 2018 oleh CEO LH, Hario Laskito dengan menunjuk Yayat Setiawan sebagai Ketua atau Founder LH Riau Cabang Riau dan sekitarnya.

Ketua LH Cabang Riau, Yayat Setiawan kepada Tribunpekanbaru.com pada Senin (26/2) menyebutkan, Lindungi Hutan Riau adalah wadah penggerak penghijauan tidak saja berbasis antarmuka, tetapi juga lewat Website Crowdsoursing yang bertujuan untuk penggalangan dana dan gerakan penghijauan hutan Indonesia, dengan perlindungan hutan memanfaatkan teknologi IoT dan pemberdayaan masyarakat.

“Tahapan perjuangan LH Riau adalah kampanye, donasi, penanaman, dan pemantauan,” ungkap Yayat.

Kampanye, kata Yayat, utamanya untuk penghijauan dan penyelamatan habitat satwa. Pengguna dapat membuat dan mempromosikan kampanye mereka untuk mengumpulkan donasi.

“Donasi untuk kampanye berdasarkan berapa banyak pohon yang akan pengguna tanam. Ini mempengaruhi berapa banyak pengurangan emisi karbon dari donasi pengguna.

Penanaman, kami mengumpulkan orang yang memiliki ketertarikan untuk menanam bersama, dan semua orang dapat ikut dan berkontribusi disemua kampanye,” jelas Yayat.

Sedangkan pemantauan, ulas Yayat, bukan hanya donasi dan penanaman, tapi juga pemantauan jumlah pohon yang masih hidup, bagaimana kondisinya dan menghitung berapa pengurangan emisi yang dihasilkan. Banyak program kerja yang LH Riau telah susun dan lakukan. Di antaranya, pembibitan, peduli lingkungan lewat aksi dan edukasi.

“Edukasi dilakukan berupa sosialisasi ke masyarakat yang terdekat dengan hutan, dan ke sekolah. Kami membentuk tiam peduli hutan dan lingkungan, serta membangun relasi dengan dinas dan komunitas yang berhubungan dengan lingkungan. Saat ini LH Riau telah bergabung dikolaborasi Komunitas Lingkungan Riau (KLR). Ada sebanyak 35 komunitas tergabung di dalamnya,” terang Yayat.

LH Riau, sebut Yayat, juga bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang peduli lingkungan. Juga mengajak relawan dan pecinta alam menjelajah alam, baik darat maupun laut, dan membantu, merawat dan menjaga satwa di hutan.

“Saat ini jumlah relawan ada 81 orang anak muda yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Riau. Kami sudah banyak menjalankan kegiatan, dimulai dengan aksi penanaman di Taman Nasional Tesso Nilo, dalam rangka memperingati hari lahan basah sedunia, serta ikut terlibat dalam aksi bebas sampah 2020 yang di taja oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperingati Hari Peduli Sampah 2018. Ke depan akan banyak kegiatan LH yang berhubungan dengan hutan, habitat satwa dan lingkungan,” papar Yayat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


nineteen − thirteen =