Konflik Gajah dan Manusia, RSF Gelar Pelatihan Khusus

Source: Internet

 

Guna mengurai dan mengurangi dampak konflik berkepanjangan antara gajah dengan manusia di area sekitar kantong gajah Balairaja dan kawasan berhampiran dengannya, Rimba Satwa Foundation (RSF), sebuah organisasi peduli hutan dan satwa yang berhomebase di Duri, Riau, sengaja menggelar pelatihan khusus untuk para relawannya belum lama ini.

Menurut Direktur Eksekutif RSF, Zulhusni Syukri lewat pelatihan tersebut diharapkan para relawan benar-benar memahami bagaimana mengurangi konflik gajah dengan manusia di kawasan ini. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, diharapkan para relawan RSF pun bisa pula mensosialisasikannya kepada masyarakat banyak.

“Adalah sangat penting bagi kami dan masyarakat untuk mengetahui strategi yang baik dan benar dalam mitigasi konflik. Dengan begitu diharapkan angka konflik gajah dan manusia di kawasan rawan konflik bisa dikerucutkan. Kita pun berharap, korban konflik dari kedua belah pihak bisa terus diminimalisir,” kata Husni.

Menurut dia, melalui pelatihan yang diadakan RSF diharapkan kapasitas masyarakat dalam hal mitigasi konflik antara gajah dan manusia bisa pula semakin ditingkatkan. Para relawan di lapangan juga diharapkan mampu untuk memupuk kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga keseimbangan ekosistem alam yang masih tersisa di daerah ini.

Meningkatnya eskalasi konflik antara gajah dan mausia di daerah ini dalam beberapa tahun belakangan, menurut Husni, dipicu oleh terjadinya penyempitan kawasan hutan akibat aktivitas perambahan hutan yang merupakan habitat alam bagi gajah Sumatera di daerah ini. Kelestarian habitat gajah itu dihadapkan langsung pada kebutuhan ekonomi masyarakat yang pada akhirnya memancing konflik berkepanjangan.

“Baik manusia maupun gajah di dalam kawasan hutan adalah korban yang sama-sama dirugikan dengan menyempitnya kawasan hutan tersebut. Tak dipungkiri konflik antar keduanya pun kerap terjadi karena wilayah jelajah (homerange) gajah mengalami penyusutan yang sangat pesat akibat meningkatnya aktivitas manusia di dalam homerange gajah. Dengan adanya tumpang tindih area keduanya diperlukan satu langkah konkrit dalam menyelesaikan masalah besar yang terjadi selama ini. Yaitu peningkatan kapasitas masyarakat dalam hal strategi dan inovasi untuk dapat meminimalisir terjadinya konflik antara gajah dan manusia,” pungkas Husni.

Source :

Riau Pos

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


four × one =