Limbah RAPP Bunuh Ribuan Ikan, Nelayan Merasa Dirugikan

Foto: Translampung

 

Nelayan Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, merasa dirugikan akibat ikan-ikan yang mati di kanal pembuangan limbah RAPP.

Pasalnya ribuan biota ikan dari induk hingga anak-anak ikan ikut mengapung tentu hal tersebut mengancam ekosistem.

Sejumlah nelayan pun mengeluh, khawatir matinya ribuan ikan di kanal pembuangan limbah RAPP akan mempengaruhi mata pencaharian nelayan, apalagi kanal pembuangan limbah RAPP tersebut bermuara di Sungai Kampar yang berada di Desa Sering yang merupakan tempat para nelayan mencari ikan.

Salah seorang ketua nelayan, Yusrizal, kepada RiauGreen.com mengaku merasa dirugikan.

“Sebagai nelayan kita merasa dirugikan bang, karena ikan-ikan mati semua termasuk anak+anaknya. Kalau ikan hingga ke peranakannya mati kedepan mata pencaharian kami bagaimana,” keluh Yusrizal.

Kalau ada kejadian seperti ini, Sambungnya, ada bantuan dari RAPP.

“Biasanya bang kalau sudah ada kejadian seprti ini baru pihak perusahaan RAPP akan berdiskusi dengan warga desa. Setelah itu warga akan berdamai ada juga sebagian warga Desa yang menolak tapi tidak bisa menyatakannya, ada tim nanti dari desa yang melakukan negoisasi dengan RAPP,” ungkapnya.

Source :

Riau Green

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


15 + 19 =