Mendagri Minta Atensi Khusus Kebakaran Hutan

Source: Internet

 

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta para gubernur memberikan atensi khusus pada daerah siaga satu kebakaran hutan. Setidaknya ada empat provinsi yang sudah ditetapkan siaga satu kebakaran hutan, masing-masing, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

“Riau yang paling besar, Sumatera Selatan, ya daerahnya itu-itu saja, kalau ada kekeringan, mereka kebakaran,” kata Tjahjo usai membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia di Bandung, Rabu (21/2).

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho memaparkan penetapan status siaga darurat kebakaran hutan itu berdasarkan penetapan dari kabupaten dan kota di masing-masing provinsi terkait peningkatan jumlah titik panas serta pengalaman penanganan kebakaran hutan sebelumnya.

Pemberlakuan siaga darurat ini, ungkap Sutopo, bakal memudahkan akses dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Mulai dari pengerahan personil, komando logistik, anggaran, dan dukungan dari pemerintah pusat. “Jalur komando penanganan lebih mudah koordinasinya,” ujar Sutopo dalam keterangan tertulisnya.

Sutopo menjelaskan, daerah- daerah yang berada di sekitar garis khatulistiwa saat ini memasuki musim kemarau periode pertama seperti Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Jumlah titik panas terus meningkat. “Dalam seminggu terakhir hotspot di Kalimantan Barat banyak ditemukan. Bahkan Kota Pontianak terselimuti asap kebakaran hutan,” terang Sutopo.

Untuk membahas penanganan bencana itu, Tjahjo bakal memberikan pengarahan kepada seluruh pimpinan badan penanggulangan bencana daerah dalam Rapat Kerja Nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Bali, Kamis (22/2). “Tidak hanya mengenai masalah kebakaran hutan tapi setiap daerah harus mencermati, memahami area rawan bencana,” ujar Tjahjo.

Menurut Tjahjo, daerah di Indonesia ini memiliki kerawanan bencana yang berbeda-beda. Mulai dari bencana gunung berapi, tsunami, kebakaran hutan, banjir, longsor, hingga banjir bandang. “Harus dicermati karena terkait dengan masalah anggaran, masalah-masalah diskresi yang harus disampaikan,” tegas Tjahjo.

Dia memberikan contoh bencana Gunung Sinabung di Sumatera Utara dan Gunung Agung di Bali. “Ini tidak menentu (batas waktunya),” ujar Tjahjo.

Source :

Berita Satu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


four × 1 =