Seorang Pria Tewas Diterkam Harimau di Riau

Foto: Senuju.com

 

Seekor harimau Sumatera yang langka menerkam seorang pria hingga tewas dalam konflik manusia-harimau yang terbaru di bagian barat Indonesia yang mengalami penebangan hutan yang luas, kata para pejabat hari Minggu.

Korban, Yusri Effendi, pekerja bangunan berusia 34 tahun, diterkam hari Sabtu malam (10/3) di daerah Indragiri Hilir, provinsi Riau.

Kepala kepolisian setempat Muhammad Rafi mengatakan korban dan tiga rekan pekerjanya sedang bekerja ketika mereka melihat harimau itu di bawah sebuah bangunan. Mereka memutuskan untuk menunggu kira-kira dua jam sampai harimau itu pergi.

Mereka kemudian berjalan kaki kira-kira 250 meter dan berhadapan dengan harimau itu. Rafi mengatakan mereka berlari ke tempat aman, tetapi harimau tersebut menerkam Effendi.

Pencarian oleh rekan sekerja dan penduduk desa mendapati Effendi tidak sadarkan diri dalam belukar di pinggir sungai, tetapi ia meninggal kemudian karena pendarahan dari luka di belakang lehernya, kata Rafi.

Ia mengatakan lokasi itu kira-kira 20 kilometer dari perkebunan sawit, di mana seorang pekerja perempuan diterkam harimau hingga tewas bulan Januari lalu.

Ada kira-kira 400 ekor harimau Sumatera di Indonesia, tetapi satwa tersebut semakin terancam punah karena habitat hutan binatang itu semakin menciut.

Sementara habitatnya berkurang, banyak dari satwa yang terancam punah itu mendatangi desa-desa atau perkebunan mencari makanan, dan menimbulkan konflik dengan manusia.

Harimau Sumatera adalah subspecies yang paling terancam punah. Kira-kira 400 ekor yang tersisa, turun dari 1.000 ekor tahun 1970-an, karena penghancuran hutan dan pemburuan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


seven + 12 =